PROBOLINGGO - Sebanyak 46 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qodim, Kalikajar, Paiton, Kabupaten Probolinggo pusing dan mual serta diare. Diduga para santri tersebut mengalami keracunan makanan dan minuman yang disediakan di pemondokan pesantren tersebut.
Para santriwati ini kemudian dilarikan ke Puskesmas Jabung Sisir, Paiton, Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan perawatan.
Diare massal yang menyerang para santri sudah dirasakan sejak lima hari terakhir. Hingga saat ini sebanyak 12 santri masih menjalani rawat inap karena kondisinya masih lemas. Sedangkan yang lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Pusing dan mencret, tidak makan apa apa" ujar salah seorang santri, Yuli, Selasa (28/2/2012).
Kepala Puskesmas Paiton, Abdul Goni, membantah jika pasien ini menderita keracunan. Kata Abdul gejala keracunan biasanya ditandai dengan pasien yang muntah-muntah. Namun, para santri tersebut hanya mengaku pusing dan diare. "Bukan keracunan tapi diare bisa saja tercemar bakteri e coli" ungkapnya.
Sampai saat ini, penyebab diare massal yang menyerang puluhan santri belum bisa ditentukan. Petugas masih melakukan penelitian dengan mengambil sample air di Ponpes untuk di uji laboratorium. Diduga air di Ponpes tersebut sudah terkontaminasi bakteri e coli, ditambah pola hidup santri yang tidak sehat yaitu mengkonsumsi air minum langsung tanpa harus di rebus terlebih dahulu. (ctr)
(Ahmad Dani)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.