GUNUNGKIDUL - Sebuah pohon asam Jawa, yang berusia ratusan tahun dan dipercaya warga setempat sebagai pohon keramat tiba-tiba saja tumbang.
Tumbangnya pohon yang selama ini dikeramatkan warga tersebut menimpa rumah Ratimin (42) warga Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul Yogyakarta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pohon asam berdiameter 2 meter, dan memiliki ketinggian hampir 10 meter ini berada sekitar 15 meter di samping rumah korban. Akibat kejadian ini rumah yang selama ini dihuni oleh 5 anggota keluarganya itu tidak bisa digunakan lagi.
“Saat kejadian tidak ada hujan atau angin. Cuacanya cerah, tetapi tiba-tiba pohon asam ini ambruk dan menimpa tepat di tengah bangunan rumah saya ini,” kata Ratimin saat membersihkan puing-puing rumahnya, Kamis (1/3/2012) malam.
Pria yang sehari-hari berdagang di kota Yogyakarta ini mengaku mengetahui kejadian setelah ditelepon tetangga dekatnya. Diakui saat kejadian, dirinya tidak ada di rumah, karena masih bekerja. “Saya pulang setelah dikabari ada musibah ini,” sambungnya.
Mengenai jumlah kerugian, dia mengakui belum bisa dihitung namun diperkirakan mencapai Rp25 juta. Paska peristiwa ini keluarganya terpaksa mengungsi di rumah Darmo Waginem (55) yang kebetulan masih saudara dan rumahnya berada tidak jauh dari rumah korban. “Karena bangunan rumah ini tidak bisa digunakan lagi. Saya harus membangun rumah lagi untuk tempat tinggal,” katanya lirih.
Ambruknya pohon yang selama ini dikeramatkan warga nyaris meminta korban jiwa 2 anaknya. Karena saat kejadian kedua anaknya, masing-masing David (13) dan kakaknya Irvan (15) berada di dalam rumah, tepatnya di dapur saat hendak makan sore. Ketika kedua anak ini tengah mempersiapkan piring untuk makan, pohon besar itu tiba-tiba ambruk dan menimpa rumahnya.
“Begitu mendengar suara, kedua anak saya langsung lari menyelinap dibawah tempat tidur," tutur Istri Ratimin.
Beberapa warga desa, kaget saat melihat pohon yang terlihat masih kokoh, dan memiliki daun yang lebat, tiba-tiba tumbang. Bahkan suara dentuman terdengar pada radius hingga ratusan meter. "Sepintas pohonnya masih kokoh dan daunnya juga lebat, mungkin akar yang lapuk tidak kuat dan ambruk,” kata salah seorang warga, Yusuf Sukirno.
Proses evakuasi pohon ini turut melibatkan ratusan warga setempat dibantu relawan, TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gunungkidul. Untuk meringankan beban penderitaan korban, BPBD memberikan bantuan logistik dan bahan bangunan berupa pasir dan semen. "Kita akan bantu 20 sak semen dan 2 rit pasir, ini bentuknya simultan," ujar Kasi Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.