Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diguncang 4 Kali Gempa, Masyarakat Simeulue Tetap Tenang

Misbahol Munir , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2012 |08:53 WIB
Diguncang 4 Kali Gempa, Masyarakat Simeulue Tetap Tenang
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, meski diguncang empat kali gempa, masyarakat di Simeulue, Provinsi Aceh tetap tenang.
 
“Sejak dini hari tadi telah terjadi empat kali gempa di Barat Daya Simeulue yaitu 5,1 Skala Richter (SR) , 5,6 SR, 5,9 SR, dan 6,5 SR. Posko BNPB terus memonitor perkembangan gempa dari BMKG dan langsung melakukan pemantauan di daerah. Kehidupan masyarakat di Simeulue dan Aceh tetap normal,” ungkap Sutopo kepada okezone melalui pesan singkatnya, Sabtu (21/4/2012).

Peristiwa gempa tersebut antara lain, pertama gempa 5.1 SR, (21/4/2012) pada pukul 02.34 WIB. Lokasi berada pada 3.22 Lintang Utara dan 94.21 Bujur Timur (220 Km Barat Laut Kab. Simeulue-NAD), dengan kedalaman, 10 Km. Gempa tidak dirasakan warga dan tidak berpotensi tsunami serta situasi normal
 
Gempa kedua berkekuatan 5.6 SR, (21/4/2012), pada pukul 05.19 WIB. Lokasi 3.19 Lintang Utara dan 93.45 Bujur Timur (301 Km Barat Daya Kab. Simeulue-NAD), dengan kedalaman 10 Km. Gempa tidak berpotensi tsunami dan gempa dirasakan lemah oleh warga serta situasi normal.

Ketiga, gempa berkekuatan 5.9 SR, terjadi pada pukul 05.28 WIB. Lokasi 3.22 Lintang Utara dan 93.32 Bujur Timur (313 Km Barat Daya Kab.Aceh Jaya) dengan kedalaman 22 Km. Gempa tidak berpotensi tsunami dan gempa tidak dirasakan oleh warga serta situasi Normal.

Keempat, gempa 6.5 SR, (21/04) pada pukul 06.14 WIB. Lokasi 2.11 Lintang Utara dan 93.06 Bujur Timur (342 Km Barat Daya Kab. Simeulue-NAD) dengan kedalaman 64 Km. Gempa tidak berpotensi tsunami dan gempa dirasakan lemah oleh warga serta situasi Normal.

Kata Sutopo, berdasarkan kajian ahli gempa dari beberapa institusi nasional menyampaikan bahwa gempa terjadi tepat di awal trench interface interslab lempeng Indo Australia-Eurasia.

“Gempa pertama kecil kemudian diikuti gempa kedua makin besar dan diikuti lagi gempa ketiga lebih besar lagi. Ketiga gempa hanya dalam tiga jam kurang. Sejak gempa besar 8,5 SR pada 11 April lalu, telah diikuti lebih dari 100 kali gempa susulan dengan intensitas bervariasi,” terangnya.

Menurut dia pihaknya terus memonitor perkembangan gempa dari berbagai sumber selama 24 jam selama tujuh hari.

 

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement