Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bersiap Dilamar Partai, Para Selebriti Bersolek lah!

Syukri Rahmatullah , Jurnalis-Jum'at, 04 Mei 2012 |14:52 WIB
Bersiap Dilamar Partai, Para Selebriti Bersolek lah!
A
A
A

PESAN bagi para selebriti: mulai hari ini bersolek lah!. Karena saat ini teropong partai tengah mengarah kepada Anda. Mengincar siapa yang akan direkrut untuk mendongkrak suara mereka di pemilihan umum yang akan berlangsung dua tahun lagi.

Partai yang terang-terangan sedang membuka perekrutan untuk selebriti adalah Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kedua partai ini tengah mencari siapa artis yang cocok untuk mereka rekrut.

Partai Golkar memercayakan perekrutan selebriti ini kepada Tantowi Yahya dan juga Nurul Arifin. Kini, Partai Golkar tengah mengincar empat orang selebriti untuk masuk ke Senayan. Keempatnya adalah Desy Ratnasari, Artika Sari Devi, Katon Bagaskara, dan Ari Lasso.

Sedangkan Partai Berlambang Kakbah kini tengah mengincar tiga orang selebriti, seperti Dedy Mizwar, Cici Paramida, dan Desy Ratnasari.

Sindrom selebriti tak hanya terjadi untuk calon ke Senayan, calon kepala daerah juga serupa. Sejumlah calon yang kini banyak menggandeng artis untuk menggapai kemenangan, seperti Rano Karno. Dia digandeng dua kali, pertama untuk menjadi wakil bupati Tangerang dan juga wakil gubernur Banten. Kedua perhelatan tersebut sukses, sehingga Rano kini menjadi wakil gubernur Banten.

Di Jawa Barat ada Dede Yusuf. Dia digandeng PKS untuk mendampingi Ahmad Heryawan, dan hasilnya? Sukses Jawa Barat berhasil dimenangkan PKS. Kini, Rachel Maryam pun maju dari Gerindra bersedia menjadi wakil gubernur. Di Garut ada Dicky Chandra, sekalipun maju dari calon independen dia berhasil mengantarkan Aceng HM Fikri sebagai bupati.

Ada juga Zumi Zola. Sekalipun kala itu belum terkenal seperti Rano Karno, Dede Yusuf, dan Dicky Chandra. Dia berhasil menduduki kursi Bupati Tanjung Jabung Timur.

Ada yang menang ada juga yang gagal. Sejumlah selebriti lain juga banyak yang gagal untuk maju di pemilukada. Seperti Andre Taulani di Tangerang Selatan, Helmi Yahya di Sumatera Selatan. Ada juga yang baru mau mencalonkan tapi mundur, seperti Yulia Rahmawati alias Julia Perez di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur; Maria Eva sebagai calon wakil bupati Sidoarjo; Inul Daratista (calon wakil bupati Malang), Inggrid Kansil (calon bupati/wakil bupati Cianjur), dan Emilia Contessa penyanyi yang kondang pada 1970-an (calon bupati Banyuwangi).

Kenapa selebriti direkrut untuk 2014. Jawabannya adalah sistem pemilu proporsional terbuka. Calon anggota legislatif yang berhasil mendulang minimal 50 ribuan suara akan mendapatkan kursi di Senayan. Karenanya faktor calon anggota DPR merupakan penentu ranking partai di pemilu 2014 mendatang.

Karenanya partai terus meningkatkan jumlah selebriti yang mereka calonkan untuk maju ke Senayan. Pada tahun 2004 sebanyak 27 orang selebriti yang dicalonkan. Partai Golkar saat itu mencalonkan lima orang artis, Nurul Arifin, Rae Sita Supit, Renny Jayusman, Ruhut Sitompul, dan Puput Novel.

PDIP mencalonkan tiga orang: Guruh Soekarnoputra, Marissa Haque, dan Deddy Sutomo (Miing). PKB mencalonkan tiga orang: Ray Sahetapi, Rieka Dyah Pitaloka, dan Gusti Randa. Demokrat: Kaharudin Sjah, Adjie Massaid, dan Anna Tairas. PAN Paquita Widjaya dan Dede Yusuf. PKPB: Nia Daniaty dan Leysus Winarso. Partai Patriot ada Hengky Tornando dan Marini. PKS: Pepeng. PIB: Dana Iswara. PBR: Mark Sungkar. PDK Muchsin Alatas. PNBK: Slamet Rahardjo. PIB: Usi Karundeng. PDS: Nindy Elise.

Kala itu, artis belum beruntung. Karena sistem pemilihannya masih berdasarkan proporsional tertutup atau nomor urut yang menentukan. Karenanya, Nurul Arifin yang suaranya lebih banyak dari caleg nomor urut di atasnya tidak berhasil masuk, suaranya diserahkan kepada nomor urut di atasnya.

Pada pemilu 2009, sistem pemilu diubah menjadi proporsional terbuka. Jumlah caleg artis dari selebriti pun meningkat menjadi 61 artis. PAN melihat potensi tersebut, karenanya pada pemilu itu, PAN mencalonkan 18 artis. Tapi sayang hanya dua orang yang berhasil lolos, yaitu Eko Patrio dan Primus Yustisio.

Partai Demokrat lebih beruntung. Dari delapan yang dicalonkan, tujuh di antaranya sukses melaju ke Senayan. Hanura mencalonkan lima orang. PPP mencalonkan tujuh orang. Partai Patriot dua orang. Golkar 5 orang, yang lolos hanya dua. PMB dua orang. PDK dua orang. Gerindra empat orang, Rachel dan Jamal Mirdad sukses melaju ke Senayan. Republikan satu orang. PDIP empat orang, dua yang berhasil masuk. PDS dua orang. PKB satu orang. PPP satu orang.

Sebagai sebuah strategi sah-sah saja partai politik merekrut artis. Asal jangan salah pilih. Karena selain mempertaruhkan ranking partai, nasib bangsa ini juga dipertaruhkan. Karena mereka akan menjadi pembahas legislasi untuk menentukan arah bangsa ini. Semoga saja partai memilih selebriti yang terbaik dan memiliki wawasan yang cukup dalam mengemban amanat rakyat.

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement