Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beda Negarawan dan Politikus Versi JK

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Kamis, 24 Mei 2012 |20:24 WIB
Beda Negarawan dan Politikus Versi JK
Jusuf Kalla
A
A
A

JAKARTA- Sejumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menyambangi kediaman Jusuf Kalla (JK). Kedatangan mereka adalah untuk mengundang mantan Wakil Presiden RI ini dalam acara peringatan pidato Soekarno 1 Juni mendatang. Selain itu, mereka berdiskusi tentang Pancasila dan implementasinya saat ini.

Pimpinan MPR yang datang adalah  Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y Thohari, Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR, Rully Chairul Azwar, dan unsur DPD RI Bambang Sularso.

Menurut JK, Pancasila itu tidak perlu menjadi perdebatan, karena akan menghabiskan waktu. Dia tidak terlalu memaksakan bahwa semua orang harus menjalankan semua pasal dan nilai yang ada dalam Pancasila, serta cukup bagi seseorang untuk fokus terhadap bidang yang digelutinya.

"Katakan saya sebagai Ketua PMI fokus ke kemanusiaan, DPR fokus melaksanakan keadilan. Kita laksanakan Pancasila sesuai bidang masing-masing," ungkap JK , di kediamannya, Jalan Brawijaya No. 6, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2012).

Politikus Partai Golkar itu pun menyinggung soal perbedaan antara sosok negarawan dan politikus saat ini. "Negarawan berfikir dalam jangka panjang, apa efeknya. Politisi berpikir lima tahunan, kapan terpilih lagi. Politisi bisa jadi negarawan, cara berfikir tindakan hari ini apa efeknya, kalau politisi itu soal menang kalah," jelasnya.

Sementara itu, Hajriyanto menambahkan kondisi ideal adalah politikus yang memiliki sifat-sifat kenegarawanan. Namun saat ini keduanya tidak perlu didikotomikan.

"Politik itu orang yang memiliki kepedulian, dan terkait erat urusan negara. Idealnya tidak ada dikotomi politikus dan negawaran," terangnya.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi Golkar ini menambahkan alasan keduanya tidak dapat didikotomikan karena untuk jadi negarawan, jalur paling besar saat ini adalah partai politik. Namun, dia berharap akan lahir sebuah kepemimpnan perpaduan harmonis antara politikus dengan kenegarawanan pada masa depan.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement