UMSU Belum Tahu Mahasiswanya Ditangkap Terkait Narkoba

ilustrasi (okezone)

UMSU Belum Tahu Mahasiswanya Ditangkap Terkait Narkoba
MEDAN - Pihak kampus Universitas Muhammaddiah Sumatera Utara (UMSU) belum mengetahui ihwal tertangkapnya salah satu mahasiswanya dalam pengrebekan oleh aparat Reserse Narkoba Polda Sumut di Jalan Ayahanda, Gang Sendok pada Jumat 25 Mei kemarin.  
Kepala Biro Akademi dan Kemahasiswaan UMSU, Rahmat Kartolo Simanjuntak mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Namun, dirinya akan melakukan pengecekan terhadap kasus yang mencoreng nama baik kampus tersebut.
 
Rahmat menjelaskan, bila nantinya benar bahwa Deni indra yang disebutkan sebagai mahasiswa UMSU terbukti bersalah dalam proses pengadilan, maka pihaknya akan melakukan rapat apakah akan menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan atau tidak.
 
"Saya harus melihat dulu apakah ada aturan yang menyebutkan mahasiswa UMSU yang berbuat kriminal diluar kampus akan dipecat," kata Rahmat.
 
Sehingga, kata dia, jangan sampai pihak kampus keliru dalam menjatuhkan sanksi. Pihak kampus justru bisa digugat mahasiswa tersebut ke PTUN karena salah dalam memberikan hukuman. Atas peristiwa ini, kata Rahmat, kampus akan terus mengampanyekan akan bahaya narkoba kepada mahasiswa meski selama ini hmbauan secara langsung maupun melalui papan baliho sudah disampaikan.
 
Seperti diberitakan, tersangka Deni Indra (mahasiswa UMSU) ditangkap bersama temannya Brigadir Abdul Rahim yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Mapolda Sumatera Utara, serta Fauzi di Jalan Ayahanda, Gang Sendok. Dari tangan ketiga tersangka didapat barang bukti 100 gram sabu dan 215 butir pil ekstasi.
 
Ketiganya saat ini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Reserse Narkoba Polda Sumut dan dijerat dengan pasal 112, 114 UU Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka Brigadir Abdul Halim terancam dipecat bila terbukti bersalah dan akan menjalani sidang disiplin di Propam Polda Sumut.
(put)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Ibas: Kita Beri Jokowi Kesempatan 100 Hari