Polri & Kejagung Ditantang Ikuti Jejak KPK

Kamis, 02 Agustus 2012 05:18 wib | Muhammad Saifullah - Okezone

Ilustrasi (foto: Okezone) Ilustrasi (foto: Okezone) JAKARTA- Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan korupsi kalangan aparat hukum mendapat apresiasi tinggi dari kelompok masyarakat antikorupsi. Selain membungkam aksi korupsi, keseriusan Komisi ad hoc itu dipercaya bisa membuat lembaga hukum berlomba-lomba menegakkan kebenaran dengan paramater yang jelas.

"Energi besar telah bekerja. Instrumen KPK yang menjadi benteng dalam memberantas korupsi bukan hanya bicara saja. Namun membuktikan kerja riil baik menangkap oknum kejaksaan maupun menangkap oknum pejabat Polri,"papar Sekjen Masyarakat Pemantau Tindak Pidana Korupsi (Mapikor) Pangihutan B Haloho, SH, Kamis (2/8/2012).

Pangihutan juga mencermati sebuah situasi kekinian yang menarik di Indonesia. Selain keseriusan kerja KPK, ungkap Pangihutan, ada sebuah korelasi dengan era kepemimpinan seorang presiden. Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-lah, catatan baru sejarah hukum ini diukir.

"Jika kita lihat masa kepemimpinan presiden sebelumnya, mana berani masuk dalam wilayah-wilayah seperti ini. Ini bukan bentuk komparasi kepemimpinan. Namun, ini agar ke depan semua institusi penegak hukum mampu menjalankan fungsinya secara substansi,"tegas Pangihutan

Sehingga keberadaan aparat beserta lembaga yang menaunginya bukan lagi menjadi alat pelindung bagi oknum. Ataupun muncul cap sebagai institusi yang memberikan hukuman kepada kaum miskin dan berkawan dengan yang berduit. Jika sistem yang terbangun ideal seperti tersebut, Pangihutan yakin semua institusi hukum saling bersaing untuk penegakan hukum.

"Semua institusi hukum harus bertanding dengan prestasi terukur. KPK telah bekerja, silakan Polri dan kejaksaan tunjukkan prestasimu," harap Pangihutan. (ugo)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

 
Berita
Terpopuler
Komentar Terbanyak
BACA JUGA »