Dikejar Wartawan, Suami Hartati Kabur

Hartati Murdaya (Foto: Heru H/okezone)

Dikejar Wartawan, Suami Hartati Kabur
JAKARTA - Murdaya Poo, suami Hartati Murdaya, bersilaturahmi ke kediaman Jusuf Kalla. Dia enggan mengomentari kasus suap yang menimpa istrinya, Hahrtati Mudaya. Dia yang didampingi para pengawalnya langsung pergi ketika dihampiri wartawan.
 
"Lebaran, lebaran, saya enggak mau ngomong," katanya usai menghadiri silahturahmi di kediaman Mantan Wapres Jusuf Kalla, Jalan Brawijaya 6, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2012).
 
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan bos PT Hardaya Inti Plantation, Siti Hartati Tjakra Murdaya atau lebih dikenal Hartati Murdaya pada Rabu 8 Agustus 2012, sebagai tersangka dalam kasus suap kepengurusan penerbitan surat Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.
 
Hartati dikenai Pasal 5 ayat 1 huruf a dan d atau Pasal 13 UU Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 KUHP.
 
Kasus Buol mencuat setelah KPK berhasil menangkap tangan Manajer PT Hardaya, Yani Anshori, yang hendak menyuap Bupati Buol Amran Batalipu, pada 26 Juni 2012. Pada saat itu, Amran berhasil lolos dari penggerebakan KPK karena dilindungi oleh ratusan pendukungnya.
 
Amran baru bisa ditangkap KPK, Jumat, 6 Juli 2012. Sehari setelah operasi tangkap tangan Anshori, KPK menangkap Gondo Sujono, Sukirno, dan Dedi Kurniawan di Bandara Soekarno-Hatta. Dua nama terakhir belakangan dilepas karena dianggap belum ada bukti keterlibatannya.
 
KPK sudah mencegah Hartati bepergian ke luar negeri. Selain Hartati, KPK juga mencegah petinggi-petinggi PT Hardaya, Benhard, Seri Sirithord, Arim, Totok Lestiyo, dan Soekrino, serta seorang karyawan PT Cipta, Kirana Wijaya. Hartati juga sudah dua kali menjalani pemeriksaan.
(lam)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemadaman Listrik Sebabkan Tiga Rumah Terbakar