JAKARTA - Bursa kandidat Gubernur Jawa Barat semakin ramai, setelah nama Wakapolri, Komjen Pol Nanan Sukarna bersedia maju. Namun, dia tidak berniat menjadi gubernur yang korup karena takut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nanan juga mengaku, bersedia mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat jika ada yang mendukungnya dari total penduduk Jabar sebanyak 28 juta orang.
"Kalaupun ada banyak yang mendukung saya untuk menjadi Gubernur Jawa Barat, niat saya tidak mau korupsi nanti ditangkap KPK lagi," ungkap Nanan usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polri dengan BNN di Hotel Atlet Century, Jakarta (26/9/2012).
Namun, Nanan bersedia jika dipaksa oleh partai politik untuk mencalonkan diri sebagai cagub Jawa Barat. "Kalau sudah dipaksa, ya manut saja," kata dia.
Dia juga menyatakan, tidak mudah untuk menjadi orang nomor satu di Jabar. Pasalnya, perlu keseriusan dan totalitas untuk menjadi gubernur ataupun wakilnya. Sementara itu, dia juga mengaku belum melakukan komunikasi secara intensif, tapi baru tahap komunikasi ringan dengan PDI Perjuangan yang dikabarkan ingin meminangnya.
"Katanya begtu. Komunikasi intensif belum ada. Tapi bagian dari komunikasi ada," tegasnya.
Pendamping Jenderal Timur Pradopo di institusi Polri ini pun, enggan membeberkan sudah sejauh mana komunikasi ringan yang sudah dilakukannya bersama PDI Perjuangan. Tapi, Nanan mengatakan siap memegang amanah rakyat jika memang dipercayai masyarakat untuk memimpin Jawa Barat.
Jika ingin maju sebagai Gubernur Jabar, Nanan siap untuk melepas jabatannya sebagai Wakapolri. "Kalau saya nyalon saya harus mundur. Ini mesti diperhitungkan. Saya pensiun Agustus tahun depan. Berarti saya mesti pensiun sekarang. Risiko dong. Tapi kalau demi pengabdian saya siap," simpulnya.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.