Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hikmahanto: Pimpinan Polri Jangan Tambah Beban SBY

Rizka Diputra , Jurnalis-Sabtu, 06 Oktober 2012 |07:03 WIB
Hikmahanto: Pimpinan Polri Jangan Tambah Beban SBY
Hikmahanto Juwana (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Mantan anggota Tim 8, Hikmahanto Juwana turut angkat bicara soal ketegangan Polri-KPK. Menurutnya, pimpinan Polri telah membawa institusi Kepolisian semakin dijauhi publik menyusul upaya penjemputan paksa terhadap penyidik KPK, Kompol Novel Baswedan terkait perkara pidana pada 2004.

"Pimpinan Polri tidak sensitif ketika mengambil kebijakan tersebut dan menganggap publik bodoh dan menganggap publik akan mudah mengikuti alur argumentasi yang diberikan oleh Polda Bengkulu berikut buktinya," ujar Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (6/10/2012).

Ditambahkannya, pimpinan Polri bahkan tidak memiliki sensitifitas kepada Presiden SBY yang telah dihadang oleh banyak masalah. "Seharusnya pimpinan Polri tidak menambah pekerjaan Presiden SBY tetapi justru meringankan beban beliau," sambungnya.

"Publik saat ini sudah sangat cerdas dimana ketika mereka mendukung KPK sebenarnya yang mereka dukung bukanlah institusinya melainkan upaya melawan korupsi," tuturnya.

Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) ini menambahkan, publik juga semakin paham mereka tidak bermusuhan dengan Polri sebagai institusi karena institusi Polri hingga hari kiamat pun akan tetap eksis dan dibutuhkan untuk ketertiban.

Saat ini lanjut dia, publik melawan pengambil kebijakan ditubuh Polri yang tidak sejalan dengan pemberantasan korupsi dan justru melakukan pelemahan. Bahkan publik menduga adanya upaya untuk melindungi individu-individu tertentu ditubuh Polri.

Presiden SBY kata Hikmahanto, harus segera mengambil sikap terhadap sejumlah pimpinan Polri berikut kebijakannya sebelum terjadi eskalasi kemarahan publik.

"Saya sebagai pribadi yang mantan anggota Tim 8 dengan ini menolak dan tidak bersedia untuk diminta menjadi anggota sebuah tim untuk melakukan verifikasi dugaan kejahatan yang dilakukan oleh penyidik KPK, bila Presiden SBY membentuk tim semacam itu," kata dia.

"Selanjutnya, saya akan berposisi untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah apakah pro atau anti terhadap pemberantasan korupsi dalam mengambil kebijakan terhadap pimpinan Polri," tutupnya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement