PADANG - Klenteng tak hanya dipadati warga Tionghoa yang merayakan Imlek 2564. Para wisatawan pun ikut berkunjung di kelenteng, seperti terlihat di Kelenteng See Hin Kiong, Kota Padang, Sumatera Barat.
Para turis domestik maupun asing melihat-lihat klenteng yang meriah dengan hiasan ornaman lampu lampion, lilin, serta patung dewa-dewi. Rata-rata pengunjung datang rombongan dengan keluarga.
Beberapa pengungjung tidak segan-segan menyelonong masuk ke ruangan ibadah, sehingga memaksa klenteng meminta mereka keluar.
“Cukup di luar saja berfotonya, kami tidak melarang datang ke sini tapi jangan sampai masuk nanti Saudara kita yang lain terganggu melakukan ibadahnya,” kata seorang petugas Klenteng See Hin Kiong yang tidak mau menyebutkan namanya.
Elyanora Mulyukova (21), pelancong asal Jerman, mengaku terpesona dengan ornamen China yang memenuhi klenteng tersebut. Dia mengakui baru pertama kali melihat klenteng dan perayaan Imlek di Indonesia ini.
Di negaranya, tahun baru hanya dirayakan sekali, yakni setiap pergantian tahun masehi. “Di negara saya tidak ada seperti ini. Memang ada orang China, tapi mereka tidak pernah merayakan seperti ini,” ujar perempuan berparas cantik itu.
Dia juga mengaku kagum dengan Indonesia yang bisa menjaga toleransi antar-umat beragama. “Masyarakat di sini sangat menghargai agama lain, dan mereka tidak mempermasalahkannya,” kata perempuan yang berkuliah di HAWK University, Hildesheim, yang kini magang di Universita Bung Hatta, Padang, itu.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.