JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah mengetahui peristiwa ledakan bom di Boston, Amerika Serikat. Namun, hingga saat ini, SBY belum melakukan pembicaraan khusus dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama terkait insiden itu.
"Bapak Presiden telah mendengar melalui berita di media massa tentang bom di Boston, AS. Namun belum ada komunikasi dengan Presiden AS terkait hal tersebut," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkatnya, Selasa (16/4/2013).
Hingga saat ini, sambung Julian, berdasarkan laporan dari Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dari peristiwa tersebut.
Sebagaimana diberitakan, lomba lari maraton di Boston, Amerika Serikat, berubah menjadi tragedi. Dua buah bom meledak di dekat garis finish yang menewaskan dua orang.
Bom yang meledak pada Senin sore waktu setempat, atau pagi dini hari waktu Indonesia itu, menyebabkan korban terlempar ke jalanan. Selain menewaskan dua orang, sekira 110 lainnya menjalani perawatan akibat luka-luka, termasuk delapan anak-anak.
Beberapa saksi yang berada di lokasi mengaku mendengar suara ledakan yang kemudian diikuti dengan asap. Ledakan bom itu juga memicu kepanikan dari warga yang tengah melihat para pelari yang mendekati garis finish.
Besarnya ledakan juga mengguncang beberapa gedung yang berada di dekat lokasi. Mereka yang berada di dalam gedung pun berlindung di bawah meja.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.