Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anggota TNI Kritis Dibacok Preman di Makassar

Wahyudi , Jurnalis-Senin, 09 September 2013 |05:59 WIB
Anggota TNI Kritis Dibacok Preman di Makassar
Ilustrasi
A
A
A

MAKASSAR - Anggota Yon Armed 676/ Tamarunang Kodam VII/Wirabuana, Pratu Penis (29), kritis setelah diserang sejumlah preman di Jalan Andi Tonro V, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Prajurit TNI ini mengalami dua luka bacok senjata tajam di leher dan punggung. Korban masih menjalani perawatan intensif di RS Pelamonia, Makassar.

Informasi yang dihimpun, penyerangan bermula saat sekelompok preman yang dipimpin pria berinisial BT (30), datang ke Jalan Andi Tonro Lorong V, pada Minggu 8 September 2013 sekira pukul 02.00 Wita dini hari.

Mereka kemudian mengajak sejumlah pemuda untuk pesta minuman keras (miras). Namun, ajakannya tersebut ditolak oleh sejumlah warga. Kelompok preman ini sempat terlibat cekcok mulut dengan warga, hingga akhirnya Pratu Penis datang ke TKP untuk melerai kedua kelompok tersebut.

Meski sempat mereda, sekira 10 menit kemudian pelaku berinisial BT bersama rekannya kembali lagi ke TKP dengan dilengkapi parang dan badik. Mereka kemudian mencari Pratu Penis di dalam lorong, kemudian membacoknya sebanyak dua kali hingga korban jatuh tersungkur ke tanah.

Warga yang melihat aksi tersebut, berusaha mengejar pelaku. Namun, BT dan rekan-rekannya berhasil lolos dari kejaran.

"Saat itu kami main domino, tiba-tiba BT datang dan memanggil minum miras. Pratu Penis datang dan mengusirnya. Mungkin itulah yang membuat BT marah," kata Firman (22), salah seorang saksi di TKP.

Pratu Penis sempat dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun akibat luka yang parah, korban dirujuk ke RS Pelamonia sekira pukul 04.30 Wita.

Pasca-kejadian, gabungan aparat Kepolisian bersama petugas Polisi Militer (POM) Kodam VII/Wirabuana melakukan penyisiran di sekitar TKP untuk mencari para tersangka. Hingga satu jam pencarian, para pelaku belum berhasil ditemukan. Begitu pun dengan parang yang dipakai menebas korbannya.

Kapolsekta Tamalate, Kompol Syuaib Madjid, yang dikonfirmasi mengaku, motif pembacokan diduga ketersinggungan para pelaku setelah diusir korban dan warga sekitar.

"Kami masih mengusutnya. Kuat dugaan, pelaku saat kejadian dalam pengaruh alkohol," akunya kepada wartawan.

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement