JAKARTA- Sosok Bunda Putri hingga saat ini masih misteri. Hingga saat ini belum ada kepastian mengenai identitas perempuan yang disebut-sebut sebagai saksi kunci kasus suap impor daging sapi itu. Siapa sebenarnya, Bunda Putri?
Ada beberapa versi mengenai Bunda Putri. Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyebutkan bahwa Bunda Putri adalah orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kata Luthfi dirinya mengenal sosok bunda Putri pertama kali dari Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin. Bunda Putri versi Luthfi adalah Non Saputri, seorang istri pejabat di Kementerian pertanian dan memiliki rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Selain versi Luthfi, muncul pula versi mantan menteri perekonomian Rizal Ramli. Menurut Rizal, sosok bunda putri adalah seorang perempuan berinisial SS. Rizal Ramli, mengeluarkan kritikan pedas kepada SBY. Menurutnya SBY sudah mengelabui rakyat Indonesia dengan mengaku tidak mengenal Bunda Putri.
Ia mengatakan, SBY menerapkan teori militer yang disebut teori decoi atau sasaran palsu supaya sasaran palsu itu jadi perbincangan publik dengan nama Bunda Putri.
"Padahal ini sasaran palsu, Bunda Putri yang sesungguhnya yang kodenya inisial SS," kata Rizal.
Rizal sedikit mengungkap sosok SS yang dimaksudnya. SS, kata Rizal merupakan istri dari seseorang yang bekerja di Cikeas.
Sementara itu, anggota Komisi III Bambang Soesatyo menduga, ada tiga perempuan yang diduga Bunda Putri. Pertama, istri Dirjen Kementan yang tinggal di Pondok Indah (ini yang menjadi kesaksian LHI). Kedua, yang biasa disebut Ibu Pur, istri Kepala Rumah Tangga Cikeas yang diduga mengatur Hambalang dan proyek-proyek lain, mengatasnamakan Cikeas. Dan ketiga adalah Tuti adik kandung Wapres Boediono yang disebut-sebut terkait bisnis kuota impor.
Terlepas dari semua versi itu, ada sejumlah hal yang patut diperhatikan. Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo, kemunculan Bunda Putri disebabkan karena kurang fokusnya penyidik, jaksa penuntut umum, hingga hakim persidangan dalam menangani perkara suap impor daging. “Hal ini malah justru cenderung melebar ke ranah politis,” kata Karyono, Jumat (18/10/2013).
Karyono menduga, ada upaya pengaburan kasus impor daging sapi ini ditarik ke ranah politis. Upaya ini bisa dilihat dari pergeseran isu yang melebar kemana-mana hingga ke masalah peran Bunda Putri dalam reshufle kabinet. Ini sudah keluar dari konteks persoalan. "Semestinya, masalah inilah yang harus dipertanyakan pihak Istana, siapa yang menggeser isu ini, bukan malah menanggapinya secara reaktif", ujar Karyono.
Mengenai Bunda Putri, Karyono lebih mengamini beberapa pendapat, bahwa Bunda Putri tidak terkait kasus impor daging. Lebih dari itu, peran Bunda Putri ini lebih sebagai penghubung penguasa, bukan broker atau trader seperti Sengman. Apalagi menurut Karyono, beredarnya foto-foto Bunda Putri semalam berpose dengan kalangan elite, seperti dengan Tuti Iswara, adik Boediono, penyematan PIN kepada Gita Wirjawan, foto dengan Sutiyoso, menunjukkan bahwa Bunda Putri memiliki koneksi yang luas baik domestik maupun luar negeri.
"Bunda putri ini, berdasar informasi yang saya dapatkan, cucu dari ulama besar di wilayah Jawa Barat," tutup Karyono.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.