SEMARANG - Sekitar 100 Mahasiswa Universitas Sultan Agung (Unisula) lintas organisasi, menggelar aksi demonstrasi di depan pintu gerbang Kompleks Gubernur Jawa Tengah.
Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya, karena mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945 dan menyengsarakan rakyat.
"Turunkan Jokowi, karena kebijakan tidak sesuai dengan UUD dan menyengsarakan rakyat kecil," kata Zulfikar, koordinator aksi dari Unisula, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2015).
Kebijakan Jokowi yang dianggap bertentangam dengan UUD dan menyengsarakan rakyat, kata Zulfikar, dapat dilihat dari kasus kriminaisasi terhadap dua pimpinan non-aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dalam kasus kesaksian palsu dan Abraham Samad dalam kasus pemalsuan dokumen.
Selain itu, Zulfikar menambahkan, Jokowi juga dianggap menyengsarakan rakyat karena membuat harga kebutuhan pokok melambung, menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) ketika crude oil dunia sedang turun.
"Suka atau tidak, BBM harus turun. Kalau tidak, berarti ini negara gagal kelola. Lebih parah lagi, mekanisme kenaikan harga BBM diberikan ke pasar. Di mana UUD 1945?," ungkap Zulfikar menambahkan.