BLITAR - Doa lintas keyakinan digelar puluhan siswa Sekolah Menulis Indonesia (SMI) Kademangan, Kabupaten Blitar, untuk para korban insiden serangan kelompok teroris di Paris, Prancis.
Selain berdoa, para anak didik penulis buku "Jokowi si Tukang Kayu" Gatotkoco Suroso itu juga mengutuk aksi kekerasan di Paris sebagai kebiadaban kemanusiaan.
"Apa pun motifnya, penghilangan nyawa manusia tidak bisa ditoleransi oleh akal sehat, " ujar Fandria Aksioma selaku juru bicara siswa SMI kepada wartawan, Minggu (15/11/2015).
Doa bersama dipimpin Edward Gregorius Wawowalo selaku mentor kelas menulis. Para calon penulis diberi kesempatan melangitkan doa sesuai dengan keyakinan dan agama masing-masing.