“Selamat tinggal untuk contoh teladan dalam hal berkehidupan dan berpengaruh dalam sejarah Mesir,” ucap Paus Tawadros II, dilansir ABC News, Jumat (19/2/2016).
“Dia seseorang yang punya keyakinan kuat pada negaranya sendiri dan berperan mengadvokasi perdamaian di setiap jabatan yang didudukinya,” tambahnya dalam prosesi kebaktian.
Sementara mantan pemimpin Liga Arab, Amr Mussa menyatakan, Boutros-Ghali merupakan teladan dari patriotisme. “Mesir kehilangan salah satu simbolnya. Salah satu pemimpin terbaik dan teladan bagi sifat-sifat patriotisme,” timpal Mussa.
Sedikit mengulas figur Boutros Ghali, Sekjen PBB pertama asal Afrika ini berjasa membantu negosiasi perdamaian Mesir-Israel dan salah satu tokoh yang ‘keukeuh’ mempertahankan sikap “independen” PBB dari pengaruh Amerika Serikat.
Namun bukan berarti Boutros-Ghali “bersih” dari beberapa hal nan kontroversial. Seorang jurnalis investigasi, Linda Melvern, mengklaim pernah mengungkap rahasia penjualan senjata senilai USD26 juta kepada Rwanda pada 1990.
Saat itu, Boutros-Ghali masih menjabat Menteri Luar Negeri Mesir. Alhasil, konflik di Rwanda kian menghebat hingga terjadi genosida pada 1994 yang kebetulan, di tahun yang sama Boutros-Ghali menjabat Sekjen PBB keenam.
(Randy Wirayudha)