JAKARTA - Pendeta besar di Jawa Tengah, Petrus Agung Purnomo meninggal dunia di Semarang pada hari Minggu, 13 Maret 2016 sekira pukul 23.00 WIB. Petrus Agung meninggal diduga akibat serangan jantung. Ia sempat dua hari disemayamkan di Gereja Holly Stadium.
Petrus Agung Purnomo merupakan tokoh besar bagi Jemaat Kristen Indonesia (JKI) Injil Kerajaan. Kematiannya terasa begitu mengejutkan jemaat hingga mereka tidak percaya bahwa Pendeta itu sudah meninggal dunia.
Keluarga Petrus Agung Purnomo bersikukuh terus menggelar doa kebangkitan di Gereja Holy Stadium Semarang bersama ribuan jemaat. Mereka percaya pendeta yang dikenal penuh kasih itu hanya koma dan akan bangkit. Ribuan jemaaat terus berdoa kebangkitan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya, Petrus Agung Purnomo sempat diyakini koma pada Senin 14 Maret malam, akhirnya pihak keluarga, otoritas Gereja JKI Injil Kerajaan Holly Stadium, dan jemaat berserah atas mangkatnya Petrus Agung Purnomo.
Sejumlah pejabat di Jawa Tengah pun turut berduka atas kepergian Petrus Agung Purnomo, seperti Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia pun mengenang almarhum sebagai pribadi yang gigih berjuang hingga akhir hayat.
"Waktu masih muda aktif merintis gereja. Perjuangannya sangat panjang dan perjalanan tanpa kenal lelah, sampai detik terakhir. Istri dan anaknya sudah menerima kepergiannya. Saya melihat duka mendalam. Prosesnya tidak gampang untuk keluarga," kata Ganjar di Gereja JKI Injil Kerajaan Holly Stadium, Semarang, Jawa Tengah.
Ganjar pun mengaku sudah mengenal lama Petrus Agung Purnomo jauh sebelum ia menjadi gubernur. "Saya kenal sudah lama. Bukan saat kampanye, melainkan saat aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan kebencanaan," tutup Ganjar.