BELGIA bukan satu-satunya negara di dunia yang menderita akibat serangan terorisme. Demikian faktanya, tanpa mengurangi rasa hormat atas jumlah korban dan duka mendalam yang baru saja dirasakan oleh para keluarga yang ditingggalkan.
Jika diukur berdasarkan jumlah korban, lama serangan dan intensitas kegiatan militan dan pertumbuhan ekstremismenya, negara-negara di Eropa bukanlah yang paling menderita.
Sebagaimana akan diulas Okezone, lima negara di bawah ini menduduki peringkat tertinggi sebagai negara yang paling menderita akibat serangkaian terorisme menurut Indeks Terorisme Global (GTI) 2015.
5. Suriah
Meski banyak serangan terorisme berpusat di negara pimpinan Presiden Bashar al Assad ini, faktanya Indeks Terorisme Global 2015 menempatkan Suriah sebagai negara kelima yang paling terdampak teror.
Dengan perolehan indeks pada poin 8,11, warga Suriah terbilang paling menderita dilihat dari sederet fakta, antara lain adanya markas terbesar ISIS di Kota Raqqa, perebutan kekuasaan antara ISIS dan pasukan pemerintah, serta pasukan pemerintah versus pemberontak Rezim Assad.
Belum terhitung penggempuran besar-besaran pasukan koalisi anti teror pimpinan Amerika Serikat ke Suriah, terjunnya rudal-rudal dari pesawat tempur Rusia. Ditambah dengan penyiksaan dan penumpasan etnis Yazidi besar-besaran di negara Timur Tengah itu. Para perempuan dijadikan budak seks, sementara anak laki-laki direkrut menjadi pelaku bom bunuh diri.
Ledakan dan suara tembakan bagai makanan sehari-hari, menyebabkan ratusan ribu penduduk asli mengungsi ke Eropa dan sejumlah negara terdekat lain, yang bisa mereka capai.