2. Afghanistan
Senasib dengan Pakistan, kelompok terorisme yang tumbuh subur di Afghanistan adalah Taliban. Pada masa Osama bin Laden hidup, Al-Qaeda pun pernah mengacau di negeri beribukota Kabul ini.
Serangkaian aksi bom bunuh diri dan kekerasan yang dilancarkan kedua kelompok teroris tersebut telah secara konsisten meningkat di atas seratus persen setiap tahunnya hingga 2015.
Lebih dari 300 ribu orang terampas tempat bernaungnya, mengungsi ke negara lain melalui jalur laut dengan perahu seadanya, yang jelas sangat berbahaya. Belum lagi harus menampung pengungsi dari negara tetangganya, Pakistan yang juga didera konflik yang sama.
1. Irak
Dampak terorisme di Irak terbilang paling besar karena negara ini layaknya medan perang antara dua faksi besar militan yakni Al Qaeda dan pembangkangnya ISIS. Kondisi yang tidak lepas dari invasi besar-besaran Amerika Serikat terhadap Irak pada 2003, yang menelan korban jiwa hingga lebih dari 1,4 juta.
Setali tiga uang dengan keempat negara lain, bom meledak di pinggir jalan, di dekat gedung-gedung pemerintahan, bom mobil, bom bunuh diri. Semua itu menjadi konsumsi sehari-hari dan rutinitas yang seolah tiada akhir.
Berdasarkan pantauan tiga data statistik terakhir di GTI, yakni dari 2013-2015. Kelima negara di atas secara konsisten selalu berada di urutan lima terbesar. Dan disadari atau tidak, negara-negara dengan dampak terorisme paling masif dan menyeluruh itu terjadi di negara yang justru dipadati oleh penduduk Islam.
Bukan negara-negara barat dan lainnya, di mana pemeluk agama Islam merupakan kaum minoritas. Fakta di atas secara tidak langsung menunjukkan, umat Islam juga penerima dampak ancaman terorisme terbesar.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.