PYONGYANG - Presiden Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, mengeluarkan perintah bagi rakyatnya untuk merayakan hari kelahiran nenek moyang mereka saat Natal. Korut memang dikenal sebagai negara komunis. Aksi Kim tersebut dianggap sebagai wujud ketidaksukaannya terhadap Kristen.
Diwartakan oleh Christian Today, Selasa (27/12/2016), Kim Jong-un dilaporkan telah melarang adanya perayaan Natal di negaranya. Ia bahkan mengancam akan menyerang Korea Selatan (Korsel) pada 2014. Penyerangan tersebut dilakukan setelah Korsel berencana akan mendirikan pohon Natal di sepanjang perbatasan Korut-Korsel.
Kim telah mengeluarkan larangan resmi bagi warganya untuk tidak mendirikan pohon Natal. Namun, bebarapa orang dilaporkan telah melanggar aturan tersebut dengan mendirikan pohon Natal di toko maupun restoran tanpa hiasan agar tak menarik perhatian pemerintah.
Organisasi hak asasi manusia mengungkapkan terdapat sekira 70 ribu pemeluk Kristen di Pyongyang setelah sebelumnya sempat dilakukan pembantaian pada 1950-an. Laporan rahasia Amerika Serikat menyebut, Korut memperlakukan umat Kristen sebagai musuh. (rav)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.