JAKARTA - Orangtua seharusnya memposisikan sebagai pelindung dan pengayom keluarga. Tapi jika melihat hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas pelaku kekerasan terhadap anak-anak adalah orang tua mereka sendiri.
Berdasarkan survei dengan metode sampling BPS yang dilakukan pada tahun 2006 dan diumumkan, Selasa (11/12/2007), 61,4 persen dari 2,81 juta kejadian, pelaku kekerasan dilakukan orangtua. Kemudian disusul tetangga dengan 6,7 persen.
Famili atau keluarga 3,8 persen, guru 3,0 persen, dan lain-lain 23, 9 persen. Berdasarkan hasil survei tersebut juga diketahui akibat kekerasan pada anak menyebabkan anak-anak menjadi sakit hati terhadap pelaku kekerasan.
Sakit hati 51,2 persen, stres 7,4 persen, materi 6,3 persen, luka atau cacat 8,0 persen dan lain-lain 27,1 persen.
Sementara jenis kekerasan yang sering menerpa anak-anak adalah penganiayaan sebanyak 53,7 persen. Disusul penghinaan 36,7 persen, penelantaran 10,3 persen, dan pelecehan 3,9 persen.
"Mayoritas kekerasan dilakukan di dalam rumah," tegas peneliti BPS Wien Kusdiatmono.
(Ahmad Dani)