BANYUMAS - Seorang gadis usia 15 tahun yang diduga korban perdagangan manusia asal Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya berhasil dipulangkan.
Dia dipulangkan dari Jakarta kemarin, dan tiba di Banyumas pukul 23.00 WIB tadi malam. Sejak 3 bulan lalu, dia dipekerjakan secara paksa di sebuah peternakan sarang burung walet, milik Antoni, di Jalan Taman Palem Lestari blok e 6 nomor 101-102 Cengkareng, Jakarta.
Kepulangan Diah Alin (15), salah satu dari 6 orang pekerja anak asal Kecamatan Wangon, Banyumas, disambut penuh haru neneknya. Sang nenek langsung memeluk cucu kesayangannya ini setelah dibebaskan dari sandera sang majikan. Diah Alin, adalah pekerja anak yang diduga akan diperdagangkan yang terakhir berhasil dipulangkan oleh Lembaga Bantuan Hukum Perisai Kebenaran Purwokerto.
"Sejak lima bulan lalu Alin bekerja sebagai pemetik sarang burung walet," ujar nenek saat ditemui, Senin (7/1/2008).
Bahkan hingga kini, bagian kaki masih tampak bintik hitam karena terkena kutu burung walet, yang mengakibatkan rasa gatal. Sementara 18 anak yang masih tersisa juga telah berhasil dibebaskan.
Alin mengaku jika dia merupakan anak kesayangan sang majikan. Meski demikian, Alin sering melihat sang majikan meperlakukan teman-teman Alin dengan kasar. "Saya dan teman-teman pernah diminta untuk minum-minuman keras, namun saya tidak pernah disakiti. Tapi teman-teman saya sering disiksa dan dipukuli," ujarnya.
Sugeng, Ketua LBH Perisai Kebenaran yang ikut menjemput Diah Alin mengatakan, seluruh pekerja anak asal Banyumas, Jawa Tengah, kini telah pulang ke rumah masingâ€"masing. Sedangkan Alin adalah gadis terakhir yang dibebaskan. Namun, hingga kini mereka masih cukup mengalami trauma psikologis akibat diperlakukan kasar oleh majikannya.
Sementara, sebagian pekerja anak lainnya asal Jawa Barat dan Brebes masih menjalani perawatan di rumah Sakit Sutanto, Jakarta. Seluruh pekerja anak ini berhasil dikeluarkan dari tempat Antoni di Jalan Taman Palem Lestari blok e 6 nomor 101-102 Cengkareng, Jakarta, setelah Mabes Polri memaksa Antoni untuk mengeluarkannya dan langsung menangkap Antoni.
(Nurfajri Budi Nugroho)