Kawin Cerai ala Capres

TB Ardi Januar, Jurnalis
Selasa 12 Mei 2009 12:08 WIB
Share :

FENOMENA kawin cerai nampaknya sedang tren di Indonesia. Tak hanya kalangan artis, sejumlah partai politik dan calon presiden pun kerap bertukar pasangan jelang pemilihan presiden ini.

Dari sejumlah nama capres seperti Susilo Bambag Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Megawati Soekarnoputri pernah mengalami kawin cerai dengan mitra politiknya.

Dimulai dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden Indonesia keenam ini masih disibukan mencari pendamping guna menghadapi pemilihan presiden nanti. Apa mau dikata, sang wakil sudah keburu minggat terlebih dahulu dan bersanding dengan tokoh lain. Sejumlah nama pun dibidik SBY, di antaranya Boediono dan Hatta Rajasa.

Bahkan, saat ini SBY melalui figur Hatta Rajasa tengah berupaya rujuk dan mengakhiri konflik dengan PDI Perjuangan. Maklumlah, sebelum bermusuhan SBY dan Megawati sempat menjadi partner bertugas dalam satu kabinet.

Hal sama juga dilakukan Jusuf Kalla (JK). Dia mengendus namanya tidak akan dipilih kembali menjadi pendamping SBY dan terpaksa kabur lebih dulu. Beruntung, JK tak memerlukan tenaga ekstra untuk mencari pendamping. Mantan Panglima ABRI Wiranto menyambut hangat ajakan JK. Keduanya menjadi pasangan pertama yang melakukan deklarasi.

Bagaimana dengan Mbak Mega? Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga masih terus berupaya mencari pendamping. Namun, upaya yang dilakukan Mega tak semulus JK. Lobi-lobi yang dilakukan dengan sejumlah partai kerap menemui jalan buntu. Bahkan, sampai saat ini Mega belum dapat menjinakan Prabowo Subianto menjadi mendampingnya. Perolehan suara dan modal kampanye dikabarkan menjadi bahan perdebatan mereka.

Padahal, sebelumnya Mega menjadi salah satu penggagas koalisi besar yang melibatkan sejumlah nama dan partai politik. Namun, koalisi besar tersebut terancam bubar karena tidak menemukan titik temu satu sama lain.

Fenomena kawin cerai tidak hanya menerpa para calon presiden. Sejumlah partai juga mengalami perbedaan pendapat bahkan ancaman perpecahan. Lihat saja konflik yang terjadi antara Amien Rais dan Soetrisno Bachir di tubuh PAN, atau konflik antara Suryadharma Ali dan Bachtiar Chamsyah di PPP.

Setelah pemandangan kawin cerai para politisi ini menyeruak ke permukaan, timbul pertanyaan "Apakah yang mereka cari?". Perlu diketahui bersama, Indonesia tengah mengalami persoalan besar saat ini. Kemiskinan dan penderitaan seakan mengancam rakyat pasca-krisis ekonomi global.

Adanya pemilu memberi harapan bagi rakyat. Calon presiden dan calon wakil presiden yang terpilih dituntut dapat bekerja keras guna memperbaiki kondisi bangsa. Karena mensejahterakan rakyat jauh lebih penting ketimbang bagi-bagi kursi.

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya