Dua Siswa Flu Babi, Bojonegoro Dinyatakan KLB

Nanang Fahrudin, Jurnalis
Jum'at 07 Agustus 2009 19:30 WIB
Dua siswa pasien flu babi di Bojonegoro
Share :

BOJONEGORO - Untuk pertama kalinya, virus H1N1 atau flu babi menyerang warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dua siswa SMPN Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut. Saat ini, keduanya masih menjalani perawatan di ruang isolasi di ruang Asoka RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Dua siswa tersebut berinisial DS dan RA, yang duduk di bangku kelas II dan III SMP di Kecamatan Ngraho. Mereka sebenarnya sudah merasakan gejala flu babi pada Selasa 4 Agustus yakni menderita flu dengan suhu badan 38 derajat. Tapi, keduanya tetap masuk sekolah. Lantaran khawatir, pihak sekolah memeriksa dua siswa itu dan mereka dipulangkan. "Sesampai di sekolah diperiksa dan dipulangkan lagi," kata Suryani (40), ibu salah satu korban yang berada di RSUD, Jumat (7/8/2009).

Dia mengaku bingung lantaran sejak sebulan terakhir, anaknya tidak pernah bepergian jauh. Apalagi, di sekitar rumahnya tidak ada warga yang beternak babi. Dia bertambah khawatir lantaran sekira pukul 11.00 WIB anaknya dirujuk ke RSUD setelah ada saran dari puskesmas setempat. "Saya juga belum diberitahu hasil pemeriksaan dokter," tegasnya.

Setelah dirujuk ke RSUD, dua pasien itu langsung dibawa menuju ruang isolasi ruang Asoka yang biasanya khususnya bagi penderita virus Avian Infuenza atau flu burung serta disiapkan untuk pasien flu babi. Keduanya juga sempat dibawa ke ruang radiologi dengan mengenakan masker. Tak pelak, mereka pun menjadi pusat perhatian pengunjung RSUD.

Menurut ketua tim dokter yang menangani flu babi, dr Budi Sutedja, kedua pasien tersebut sebelumnya telah diambil sampel cairan hapusan hidung dan tenggorokan oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Sampel itu lalu dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Dinkes Provinsi di Surabaya. "Hasilnya, kita mendapati keduanya dinyatakan positif H1N1," terangnya.

Dia menjelaskan, dengan hasil uji laboratorium tersebut pihak Dinkes memberitahukan dan mengirim kedua pasien ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan sekaligus mengisolasinya di ruang Asoka. Perawatan terhadap pasien flu babi sendiri dipastikan tidak dipungut biaya. "Mereka sudah kita berikan obat-obatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar segera pulih," terangnya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinkes Bojonegoro, dr Hariyono menyatakan Bojonegoro masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) flu babi. Karena, di Bojonegoro belum pernah ada kejadian pasien positif flu babi. "Kami langsung nyatakan KLB," katanya.

Dinkes, lanjut dia meminta puskesmas se-Bojonegoro melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Hariyono juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat. "Warga atau orang tua yang melihat keluarganya diserang flu dengan panas tinggi, langsung dilaporkan ke puskesmas," terangnya.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya