TULUNGAGUNG - Sebuah pabrik penggilingan tebu yang memproduksi gula merah di Desa Loderesan, Kedungwaru, Tulungagung, ludes dilalap si jago merah Selasa malam. Â
Api yang diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik (konsleting) ini membakar belasan ton gula merah yang siap dipasarkan dan menghancurkan bangunan pabrik penyimpanan gula. Â Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Saat malapetaka terjadi, Musani, pemilik pabrik beserta para karyawan sedang melaksanakan salat tarawih di rumah yang berjarak sekira 50 meter dari lokasi kebakaran. Akibat musibah ini, kerugian material yang diderita diperkirakan mencapai ratusan juta.
"Ada 15 ton gula merah yang ludes dilalap api. Kalau dengan bangunan yang ada, kerugian yang kami derita mencapai ratusan juta," tuturnya kepada wartawan, Rabu (26/8/2009) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekira pukul 21.00 WIB itu berlangsung cepat. Api bercampur asap  yang muncul ditengah bangunan tiba-tiba membesar. Tebu kering dan ampas sisa penggilingan diduga ikut memperparah musibah kebakaran.
Hebatnya si jago merah membuat empat mobil PMK yang tiba sekitar 20 menit kemudian, tidak mampu bekerja cepat. Ratusan warga di sekitar lokasi ikut memadamkan api. Mereka khawatir api merembet ke pemukiman warga.
"Sekira enam jam api baru berhasil dipadamkan. Dimungkinkan kebakaran ini akibat konsleting," tukas Musani.
Kapolsek Kedungwaru Ajun Komisaris Polisi Irwantoro mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Hingga pagi hari tadi, Â pemilik pabrik dibantu warga masih berbenah mencari perkakas berharga yang masih bisa diselamatkan.
(TB Ardi Januar)