JAKARTA - Pemerintah sejauh ini masih mengutamakan tanggap darurat bagi korban gempa di Padang, Sumatera Barat. Rehabilitasi infrastruktur baru akan dilakukan setelah tanggap darurat selesai.
Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Abdurrahman M Amin Al Khayyad, usai melaksanakan salat Jumat plus salat gaib, di press room Masjid Istiqlal Jakarta. Jumat (2/10/2009).
"Kita akan bekerja dengan sebaik-baiknya untuk menyelamatkan apa yang masih diselamatkan dan membantu korban agar bisa melanjutkan hidupnya. Juga obat-obatan dan makanan bagi para korban," ujar Wapres.
Selain bantaun dari pemerintah dan masyarakat, lanjut JK, dunia internasional juag telah menawarkan bantuan. "Arab Saudi sudah menawarkan, bantuan apa saja yang dibutuhkan," katanya.
Mengenai perbaikan infrastruktur (non bangunan), seperti listrik dan telepon, JK berharap dalam minggu bisa kembali normal. "Yang Rp100 miliar itu hanya untuk tanggap darurat. Untuk rehabilitasi (bangunan) bisa mencapai Rp3 sampai Rp4 triliun. Mungkin tidak berbeda dengan di Jawa Barat," jelasnya.
Sejumlah negara yang sudah menawarkan bantuan, katanya, antara lain Australia, Singapura dan Arab Saudi. "Untuk bantuan kita hanya terbuka bukan meminta," tegasnya
Terkait jumlah korban yang hingga kini masih simpang siur, JK mengatakan, jumlah resmi yang yang dikeluarkan oleh Satkorlak. "Tidak mudah mencari data yang pas. Kita harus dengarkan yang resmi dari satkorlak yaitu bupati dan gubernur setempat. Itu yang bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.
(Dede Suryana)