JAKARTA - Sedikitnya 17,5 hektare dari 20 hektar milik puluhan petambak udang di wilayah Marunda, Jakarta Utara, tercemar limbah solar. Akibatnya setiap petambak merugi rata-rata Rp1-5 juta.
Oncim (40), salah seorang nelayan tambak mengaku usia udangnya yang mati sudah berusia hampir panen. "Meski bibit ini diberikan pemerintah namun biaya pakannya cukup besar," ungkapnya. Oncim mengaku tambaknya yang paling luas terkena pencemaran, yakni tujuh hektare.
Menurut Ketua Nelayan Marunda Muhammad Aslik pencemaran ini sering terjadi setiap ada rob yang disertai hujan. "Kadang limbah minyak sayur kadang solar," ungkapnya. Namun hingga saat ini sumber pencemaran tersebut tidak dapat terdeteksi.
(TB Ardi Januar)