LKBN Antara Tuntut George Revisi "Gurita Cikeas"

Muhammad Saifullah , Jurnalis
Senin 28 Desember 2009 13:06 WIB
George Junus
Share :

JAKARTA - Pencatutan nama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara dalam buku berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Kasus Bank Century, berbuntut panjang.

Para petinggi perusahaan umum milik negara itu menuntut sang penulis, George Junus Aditjondro, merevisi bukunya. Itu karena apa yang ditulis doktor lulusan Cornell University, Amerika Serikat itu sama sekali tidak benar.

“Kami minta Aditjondro merevisi buku itu dan meminta maaf karena telah menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan. Kalau tidak, kami akan ambil langkah hukum,” ancam Dirut Perum LKBN Antara Dr Ahmad Mukhlis Yusuf kepada okezone di Jakarta, Senin (28/12/2009).

Mukhlis menyebutkan, Direksi LKBN Antara sudah membaca dan membahas substansi buku tersebut, khususnya terkait dengan tuduhan pemanfaatan public service obligation (PSO) LKBN Antara untuk Bravo Media Center.

Aditjondro menulis bahwa separuh dari dana PSO LKBN Antara yang berjumlah Rp40,6 miliar mengalir ke Bravo Media Center, salah satu tim kampanye SBY-Boediono. Direksi berkesimpulan informasi tiga halaman (hal 29-31) tersebut tidak ada kebenarannya alias fitnah belaka.

“Tidak ada uang satu sen pun yang dialihkan ke Bravo Media Center. Kalau uang miliaran rupiah itu betul dialihkan, wartawan dan karyawan Antara tidak gajian,” katanya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya