Waspadai 4 Modus Pembobolan ATM Anda

Fabian Januarius Kuwado, Jurnalis
Sabtu 23 Januari 2010 16:14 WIB
ATM BCA.(foto:dok SI)
Share :

JAKARTA – Hingga saat ini Mabes Polri mencatat korban pembobolan ATM di sejumlah kota besar di Indonesia berjumlah 36 orang. Total kerugian sementara mencapai Rp5 miliar.
 
“Sampai saat ini data yang terkumpul sudah 36 yang lapor kerugiannya terbanyak dari Bali dan sekitarnya, Kalimantan dan Jakarta, meliputi bank-bank besar dan bahkan ada nasabhnya orang asing. Kerugian sementara Rp5 miliar,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, di Mabes Polri, Sabtu (23/1/2010).
 
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, para pelaku pembobol uang nasabah sejumlah bank besar seperti Bank BCA, BNI, dan Bank Permata itu beroperasi dengan berbagai modus.
 
Setidaknya, ada 4 modus yang digunakan para pelaku. Yang pertama pelaku melakukan cara untuk mengetahui data dari kartu ATM dengan menggunakan skimer atau tiping terhadap PIN dilakukan secara rahasia melalui kamera dan lain-lain hingga ATM bisa digunakan.
 
Kedua, melakukan cara supaya kartu tertahan di dalamnya, sebelumnya mereka telah menempelkan stiker palsu nomor outline bank, dan saat korban menghubungi nomor tersebut, pelaku berpura-pura menjadi customer service bank. Bertanya identitas dan terakhir nomor PIN.
 
“Pelaku kemudian memberitahu kartu Anda sudah tertahan besok saja datang ke bank,” ungkap Aritonang.
 
Modus yang ketiga, menggunakan alat penjepit kartu sedemikian rupa, memberi nomor telepon customer yang bisa dihubungi dengan nomor 14000. Di sana menunggu operator gadungan, begitu ditinggal, kartu yang terjepit bisa dikeluarkan.
 
Keempat Pelaku tidak menonperasionalkan kartu ATM korban. Pelaku hanya merekam, menintip data-data termasuk PIN lalu menjual kepada pelaku pembobolan seharga Rp1 juta per data dengan menggunakan SMS banking.
 
Dari para tersangka sudah bisa disita barang bukti seperti peralatan pengganda, kartu atm, peralatan-peralatan untuk menempelkan stiker-stiker, sejumlah nomor pin, komputer, nomor rekening, dan sejumlah uang tunai.
 
"Dari hasil pemeriksaan bisa dikaitkan yang ditangkap yang di Polda, Kalimantan, Bali, dan Medan berjumlah 13 orang. Ada yang residivis,” ujarnya Aritonang.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya