TULUNGAGUNG - Seorang pria tak dikenal digilas Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Jakarta-Malang di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (18/2/2010).
Hampir sekujur tubuh lelaki yang mengenakan kaos merah, celana gelap, dan bersepatu cat ini remuk. Bahkan, batok kepalanya terpisah sekitar 100 meter dari ceceran tulang belulangnya.
Menurut keterangan Kepala Desa Kromasan Purwanto, jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari perlintasan KA yang tidak berpalang pintu.
"Yang pertama kali tahu warga saya yang sedang mencari cacing di sawah. Ia melapor kalau ada orang terlindas kereta," ujarnya kepada wartawan. Melihat kondisinya yang teramat parah, selain ditabrak, tubuh korban terseret dan tergilas roda kereta.
Petugas yang tiba dilokasi menemukan sebuah dompet yang didalamnya tersimpan KTP beratas nama Deni Utomo (30), warga Kenayan, Tulungagung. Namun setelah dicek, pemilik nama dan alamat tersebut masih hidup.
Menurut keterangan Kepala SPK Polres Tulungagung Aiptu Sugito, korban diduga seseorang yang berprofesi copet. Sebab, pemilik KTP yang ada di dalam dompet korban, mengaku pernah kecopetan. "Kita kesulitan mengidentifikasi korban karena kondisinya memang sangat parah," terangnya.
(TB Ardi Januar)