CIKEAS – Briptu Paustinus Johannis Hena, teman seperjuangan Brigadir Pol Anumerta, Boas Woasiri tak pernah menyangka sahabatnya akan pergi secepat itu. Kenangan bersama si anak seribu pulau itu begitu membekas dalam ingatannya. Dimatanya, selain bernyali besar dan ramah, Boas dikenal pandai berhitung (pelajaran aritmatika dan aljabar) .
"Dia putra asli daerah Papua yang tidak suka marah. Ramah kepada teman-temannya. Meski orang Papua tetapi dia banyak mengalah. Dia sudah seperti saudara kandung bagi saya," kenang Paustinus usai menghadiri pemakaman Boas di Taman Makam Polisi Berjasa, Cikeas, Bogor, Minggu (7/3/2010).
Paustinus menceritakan, Boas merupakan sosok pemuda yang kuat dan bernyali besar. Kultur sebagai putra daerah dari wilayah Indonesia bagian timur amat kental melekat dalam dirinya. "Dia juga pintar hitung-hitungan (pelajaran aritmatika dan aljabar) dan sangat religius. Sulit menemukan pengganti bang Boas," imbuhnya.
Boas tewas saat Densus 88 Anti Teror melakukan penyergapan di kawasan Bayu, pegunungan Lamkabeu, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam pada Jumat lalu. Dalam penyergapan ini, seorang teroris tewas dan 14 lainnya berhasil ditangkap. Sedangkan 3 orang anggota Densus 88 menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.(bul)
(Hariyanto Kurniawan)