CIANJUR – Aan Mulyana (21), syok begitu mengetahui lima anggota keluarganya tewas tertimbun longsor di Kampung Ciawitali, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Kamis (11/3/2010) malam. Ia mengaku tak menyangka bakal kehilangan keluarganya dengan cara yang tragis.
“Jumat pagi saya mendapat kabar lewat telepon kalau keluarga saya tertimbun longsor. Saya langsung berangkat ke Sukanagara dari Cianjur,” kata Aan kepada wartawan, Jumat (12/3/2010) sore.
Aan kehilangan lima anggota keluarganya yaitu kedua orangtuanya, Jujun (55) dan Acih (45), Pipit (25) kakaknya, Yanti (12) dan Listi (10) keponakannya. Selain itu, Obih (27) kakak ipar Aan, juga harus dirawat di RSUD Cianjur karena sempat tertimbun longsoran tanah.
“Saya tidak diberitahu kalau keluarga saya sudah meninggal. Makanya, begitu sampai di lokasi longsor, saya sempat pingsan setelah mengetahui keluarga saya meninggal,” kata Aan.
Aan mengaku tidak mendapatkan firasat apa-apa sebelum keluarganya tewas. Namun, sehari sebelum kejadian, dia sempat bermimpi menggelar pesta di rumah kedua orangtuanya yang tertimbun.
Longsor menerjang empat rumah di Kampung Ciawitali Desa Sukamekar Kecamatan Sukanagara, Kamis (11/3/2010) malam. Tujuh warga tewas tertimbun, sementara tiga lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan. Satu orang menderita luka berat sementara empat luka ringan.
Ketujuh korban tewas masing-masing Pipit (25), Acih (45), Jujun (55), Yanti (12), Listi (10), Supadli (40), dan Adnan (7). Sementara korban luka berat bernama Obih (27). Tiga korban yang hingga saat ini belum ditemukan masing-masing Nuraeni (3), Wawan (25), dan Elah (40).
(TB Ardi Januar)