DENPASAR - Selain merendam rumah warga, banjir di Denpasar juga mengakibatkan dua bangunan Sekolah Dasar (SD) terendam lumpur, sehingga ratusan sekolah terpaksa diliburkan selama dua hari.
Sekolah yang teredam lumpur tersebut adalah SD 11 dan SD 13 Padangsambian yang berada dalam satu kawasan di wilayah kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat.
"Ketinggian air di sekolah tersebut mencapai 50 cm," kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar I Ketut Suweta usai dari lokasi, Kamis (29/07/2010).
Setelah menggelar rapat dengan komite sekolah dan disetujui Walikota, akhirnya ratusan siswa diliburkan selama dua hari sampai kondisi sekolah layak untuk digunakan kegiatan belajar mengajar.
Warga setempat yang ikut menyaksikan pembersihan lumpur menuturkan, kedua sekolah tersebut hampir setiap tahun menjadi langganan banjir lumpur jika terjadi hujan deras. Hal itu karena lokasinya yang berada di bawah sehingga air yang meluap di wilayah itu langsung mennggenangi sekolah.
"Kami kerahkan tiga unit kendaraan pemadam kebakaran untuk membersihkan sisa sisa lumpur di kedua sekolah tersebut," ucap Suweta.
Setelah kedua sekolah terendam lumpur, Walikota Denpasar IB Rai Mantra dan sejumlah pejabat terkait juga langsung turun meninjau lokasi, termasuk melihat dari dekat kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.
Berdasar pendataan dari BPBD Denpasar, diketahui banjir terparah yakni setinggi leher orang dewasa di 14 titik. "Terakhir kami terima ada sanggah tempat persembahyangan milik seorang warga di banjar Batukandik, tadi pagi ambruk terkena longsor," kata Suweta.
(Dede Suryana)