YOGYAKARTA- Gempa berkekuatan 5,0 skala ritcher (SR) yang diikuti dua gempa susulan pada malam tadi mengakibatkan sejumlah kerusakan di wilayah Yogyakarta. Tidak ada korban luka maupun luka, namun salah seorang warga Pleret syok hingga tak dapat bicara.
“Ada satu warga Desa Bawuran di Kecamatan Pleret yang mengalami trauma psikologis hingga tak dapat bicara dan sangat ketakutan. Dia salah satu warga yang juga pernah jadi korban Gempa Yogya tahun 2006 silam,” ujar Wahyu Nurwasi Rofiah Sakti, staf SDM PMI Kabupaten Bantul dalam rilisnya ke okezone di Jakarta, Sabtu (21/8/2010) malam.
Berdasarkan laporan sementara dari Markas PMI Kabupaten Bantul, di Kecamatan Imogiri terdapat beberapa rumah rusak. Dua rumah retak di Desa Giriloyo, Kelurahan Wukirsari, dan satu rumah rusak ringan di Desa Selopamioro.
Sementara itu, di Kecamatan Pleret, gempa mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami rusak ringan dan aliran listrik padam di Desa Bawuran beberapa saat setelah gempa. Tercatat, ada beberapa rumah di wilayah Kecamatan Dlingo juga mengalami kerusakan.
“Untuk korban luka dari warga, belum ada. Pada umumnya mereka selamat karena segera keluar dari rumah,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa beberapa saat setelah gempa, PMI Kabupaten Bantul langsung mengerahkan 5 anggota Satgana (Satuan Penanganan Bencana) dengan menggunakan mobil ambulans PMI untuk segera menuju lokasi yang terkena dampak gempa terparah.
(Muhammad Saifullah )