JAKARTA - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menggunakan campuran bahasa Inggris dan Indonesia terus menuai pro dan kontra. Bagaimana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyikapinya?
“Pidato presiden itu dilakukan di kalangan BEJ dan sudah proporsional. Justru di depan petani kalau dia pakai bahasa Inggris itu tidak wajar,” kata Sekretaris Fraksi PKB Hanif Dahiri saat ditemui di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
Dia menjelaskan, penggunaan tersebut menandakan Presiden memiliki keluasan pandangan.
“Itu juga termasuk bagian dari komunikasi politik. Tidak semua pakai bahasa harus normatif, tergantung situasai dan kondisi,” tuturnya.
Sebelumnya, dalam pidato pembukaan Bursa Efek Indonesia 2011 Presiden SBY menggunakan campuran bahasa Indonesia dan Inggris. Padahal di dalam UU dijelaskan, dalam pidato resminya Presiden harus menggunakan Bahasa Indonesia.
(Kemas Irawan Nurrachman)