BANGKOK - Berkuasanya Yingluck Shinawatara di Thailand turut menebarkan pesona mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra di dunia internasional.
Kunjungan Thaksin ke Jepang pekan ini, merupakan sebuah bukti bahwa kakak Perdana Menteri Thailand perempuan pertama Yingluck Shinawatra ini hendak merengkuh kembali kekuataan politiknya.
Namun banyak pihak menilai upaya ini dapat mengancam kelangsungan adiknya yang berkuasa di Thailand. Thaksin yang selama ini tinggal di luar negeri, membuat pihak oposisi berang dengan kunjungannya ke Jepang sejak 22 hingga 28 Agustus ini.
Kunjungan yang sudah direncanakan ini, membuat dirinya bak utusan resmi Pemerintah Thailand. Apalagi salah satu lokasi yang akan dikunjungi adalah wilayah terdampak gempa 9,0 Skala Richter yang mengguncang Negeri Matahari Terbit itu beberapa bulan lalu.
"Dengan kemenangan adiknya dalam pemilum Thaksin seperti memberikan pesan bahwa dia adalah perdana menteri de facto dari Thailand," ungkap pengamat Pavin Chachavalpongpun seperti dikutip AFP, Senin (22/8/2011).
Miliuner yang dikudeta pada 2006 lalu ini pergi dari Thailand untuk menghindari hukuman penjara dua tahun atas kasus korupsi. Semenjak itu ia tidak pernah lagi berhubungan dengan politik di Thailand.
Namun, sejak adiknya Yingluck berkuasa, Thaksin mulai menunjukkan bahwa dia masih memiliki pengaruh. Meski memastikan dirinya tidak akan memberi paspor baru kepada Thaksin, pihak oposisi menilai Yingluck adalah boneka dari Thaksin.
(Fajar Nugraha)