nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putri Thailand Minta Maaf Setelah Didiskualifikasi Sebagai Calon PM

Indi Safitri , Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 12:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 18 2017284 putri-thailand-minta-maaf-setelah-didiskualifikasi-dari-sebagai-calon-pm-bepi1nO9xT.jpg Putri Ubolratana. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Saudara perempuan Raja Thailand yang didiskualifikasi pekan ini oleh Komisi Pemilihan atas pencalonan dirinya sebagai perdana menteri, meminta maaf pada Selasa, 12 Februari karena telah menyebabkan masalah bagi rakyat Thailand menjelang pemilihan bulan depan, pemilihan pertama sejak kudeta 2014.

Diwartakan Reuters, Rabu (13/2/19), permintaan maaf dari Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi muncul sehari setelah komisi pemilihan umum mencoret namanya dari daftar resmi calon perdana menteri.

BACA JUGA: Dobrak Tradisi, Saudara Perempuan Raja Thailand Calonkan Diri Sebagai Perdana Menteri

Komisi itu mengatakan anggota keluarga kerajaan harus tetap berada di posisi atas politik, menegaskan kembali teguran keras dari Raja Maha Vajiralongkorn bahwa pencalonan itu “tidak pantas” dan tidak konstitusional.

“Saya menyesal niat tulus saya dalam bekerja untuk negara dan rakyat Thailand telah menyebabkan masalah seperti itu yang seharusnya tidak terjadi di era ini,” katanya di Instagram pada Selasa malam, setelah tampil di depan publik di Thailand tengah.

Pencalonan Putri Ubolratana oleh Partai Thai Raksa Chart, sebuah partai yang bersekutu dengan mantan perdana menteri, Thaksin Shinawatra telah menimbulkan keresahan di Thailand. Itu merupakan kali pertama anggota keluarga kerajaan yang dipuja oleh jutaan warga Thailand dan belum pernah terjun ke dalam politik, mencalonkan diri sebagai perdana menteri.

BACA JUGA: KPU Thailand Diskualifikasi Kakak Raja Maha Vajiralongkorn Sebagai Calon PM

Akibat pencalonan Putri Ubolratana, Komisi Pemilihan juga mempertimbangkan untuk membubarkan partai Thai Chart Raksa yang dianggap melanggar undang-undang pemilihan umum. Menurut undang-undang pemilu Thailand kampanye partai politik dilarang keras melibatkan anggota keluarga kerajaan.

Pemilu yang akan dilaksanakan pada 24 Maret nanti akan menjadi pertarungan antara Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang didukung pihak militer dengan pendukung Thaksin, yang digulingkan dalam kudeta 2006 dan saat ini hidup di pengasingan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini