nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dobrak Tradisi, Saudara Perempuan Raja Thailand Calonkan Diri Sebagai Perdana Menteri

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 15:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 08 18 2015348 dobrak-tradisi-saudara-perempuan-raja-thailand-calonkan-diri-sebagai-perdana-menteri-xQboLsnovD.jpg Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi mencalonkan diri sebagai perdana menteri dalam pemilu Thiland Maret mendatang. (Foto: Reuters)

BANGKOK – Saudara perempuan dari Raja Maha Vajiralongkorn mengumumkan mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri pada pemilihan umum 24 Maret. Langkah tersebut merupakan langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh anggota keluarga kerajaan Thailand yang selama ini tidak pernah ikut campur dalam perpolitikan negara itu.

Pencalonan Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, kakak perempuan dari Raja Maha Vajiralongkorn, dipastikan akan mengacaukan perpolitikan Thailand yang sudah bergolak karena keluar dari tradisi lama keluarga kerajaan Thailand yang menjauhi politik.

BACA JUGA: Thailand Akan Gelar Pemilu Pertama Pasca Kudeta Militer pada 24 Maret

Diwartakan Reuters, Jumat (8/2/2019), Putri Ubolratana akan mencalonkan diri sebagai calon dari partai yang setia terhadap mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Salah satu lawan utamanya adalah Pemimpin Junta Militer Thailand, Prayuth Chan-ocha, yang juga mengumumkan pencalonannya pada Jumat.

Thailand menjadi negara monarki konstitusional sejak 1932 tetapi keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar dan memiliki pengabdian dari jutaan rakyatnya.

Pemilihan umum Thailand mendatang merupakan pertarungan antara kubu populis mantan PM Thaksin dan sekutu mereka dengan kubu militer-kerajaan. Namun, pencalonan anggota keluarga kerajaan oleh partai Bagan Raksa Thailand yang pro Thaksin dapat mengubah dinamika itu.

Thai Raksa Chart adalah hasil cabang dari Partai Pheu Thai, yang dibentuk oleh para loyalis Thaksin dengan kepemimpinan inti dari Front Bersatu untuk Demokrasi Melawan Kediktatoran (UDD), atau kelompok "baju merah", sebagai strategi untuk membantu Pheu Thai memenangkan suara .

"Partai telah menominasikan sang putri sebagai calon tunggalnya," kata pemimpin Partai Raksa Chart Thailand Preechapol Pongpanich kepada wartawan setelah mendaftarkan kandidat partainya di Komisi Pemilihan.

“Dia berpengetahuan luas dan sangat cocok. Saya percaya tidak akan ada masalah hukum dalam hal kualifikasinya, tetapi kita harus menunggu Komisi Pemilihan untuk mendukung pencalonannya,” katanya.

Tidak diketahui apakah pencalonan sang putri mendapatkan persetujuan dari istana atau tidak.

Putri Ubolratana adalah putri tertua mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Dia lahir di Lausanne, Prancis pada 1951 dan belajar matematika dan bio-kimia di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sang putri memperoleh gelar master dalam kesehatan masyarakat dari University of California di Los Angeles.

BACA JUGA: Imbas Kabut Beracun, Warga Bangkok Mulai Batuk Darah

Princess Ubolratana melepaskan gelar kerajaannya pada 1972 ketika dia menikah dengan warga negara Amerika Serikat (AS), sesama mahasiswa MIT Peter Jensen. Dia tinggal di AS selama lebih dari 26 tahun sebelum mereka bercerai pada 1998.

Dia kembali secara permanen ke Thailand pada 2001, melakukan tugas kerajaan tetapi tidak pernah mendapatkan kembali gelar kerajaannya secara penuh. Dia dijuluki sebagai "Tunkramom Ying", yang berarti "Putri Bupati Ratu", dan diperlakukan oleh pejabat sebagai anggota keluarga kerajaan.

Sebagai pengguna media sosial yang rajin, ia baru-baru ini mem-posting video makan jajanan dan keluhan lainnya tentang polusi di Bangkok.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini