JAKARTA - Penerapan pola Loopline pada KRL Jabodetabek sejak Senin kemarin, menuai protes dari para penumpang. Mereka mengeluh karena jadwal kereta menjadi tak karuan dan jarak tempuh semakin jauh disbanding sebelumnya.
Namun Menteri Perhubungan EE Mangindaan berjanji kekacauan ini tidak akan berlangsung lama.
“Seminggu lagi normal. Kritik kita terima, kita benahi, dan seminggu itu dari sekarang kita harap normal lagi,” kata Mangindaan di Istana Kepresidenan, Selasa (6/12/2011).
Penerapan pola loopline, kata dia, bertujuan agar masyarakat bisa dilayani dengan lebih baik lagi. Sementara perubahan-perubahan jadwal kereta maish dinilai wajar.
“Kasih kesempatan lagi lah. Yang jelas bahwa yang gerbong-gerbong yang mogok yang tua-tua itu akan kita ganti semua. Masih ada masalah. Daripada mogok dan rusak. Kita tidak boleh lagi pakai itu.
“Memang ada masalah saya akui itu betul. Tapi ujicoba kan dalam rangka lebih lancar. Kritik membangun kami terima. Terjadi penumpukan sana-sini yah itu kita perbaiki. Kita instrusikan perbaikan. Kalau ada penumpukan misalnya di Manggarai, ya itu karena stasiunnya belum selesai betul,” tutupnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)