JAKARTA - Gerakan Pemuda (GP) Ansor akan turut serta menjaga keamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2012.
Ketua GP Ansor, Nusron Wahid mengatakan, pihaknya telah diminta untuk berkoordinasi dengan sejumlah gereja di seluruh Indonesia untuk mengamankan hari raya sakral umat Kristiani tersebut.
"Berkaitan dengan persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru, kami pimpinan pusat GP Ansor sudah berkoordinasi di kota-kota strategis untuk bersama bahu membahu, terutama dengan aparat kepolisian di semua level. Kemudian kita berkoordinasi dengan pihak otoritas di gereja-gereja untuk bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga iklim yang kondusif dalam rangka membantu warga menjalani ibadah misa dan natal," ujar Nusron di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2011) malam.
Ditambahkannya, kegiatan ini merupakan tradisi dari GP Ansor, yang merupakan organisasi sayap dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangka menciptakan suasana kerukunan antar umat beragama.
"Ini semua sudah kita lakukan bertahun-tahun. Tidak hanya Natal dan Tahun Baru, tapi juga event yang lain untuk menciptakan rasa aman dan kerukunan antar umat beragama," jelasnya.
Nusron juga mengatakan, pihaknya telah mensinyalir beberapa titik di kota-kota besar di Indonesia yang berpotensi untuk dijaga ketat keamanannya, khsususnya di Jabodetabek. "Terutama di GKI Yasmin di Bogor, kemudian gereja di Bekasi, Jogja, Solo, Semarang, Bandung, Malang, Jember, Surabaya dan beberapa lainnya," tuturnya.
Pihaknya juga telah dimintai bantuan oleh beberapa gereja Katholik dan Protestan di Jakarta yang tersebar dalam 49 titik.
"Kita siapkan Banser. Di Jakarta kita sudah mendapatkan surat permohonan bantuan dari elemen gereja Katholik dan Protestan sebanyak 49 titik, ada juga gereja yang tidak minta kita, tapi tetap kita pantau. Intinya kita dalam kondisi early warning system," pungkasnya.
(Rizka Diputra)