JAKARTA - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil sikap dan langkah progresif terkait maraknya kasus pemerkosaan di dalam angkutan kota (angkot) belakangan ini.
“Penting nyatakan dan langkah progresif untuk tangani kasus ini,” ujar Ketua Komnas Perempuan Yunianti Chuzaifah kepada okezone, Senin (23/1/2012) malam.
Pihaknya juga meminta Kepolisian melakukan terobosan radikal guna mencegah atau mengeliminir kasus pemerkosaan di dalam angkot. Dia mencontohkan, polisi dapat melakukan pencegahan dan penanganan agar pelaku tidak merasa mendapat peluang yakni dengan memperketat patroli dan membangun hotline 24 jam. Selain itu, polisi juga harus membuat unit cepat tanggapi pengaduan.
“Hukum pelaku seumur hidup dan bukan dengan hukuman yang rendah atau penyelesaian damai, ini yang tidak memicu jera pelaku,” tegasnya.
Seperti diketahui, pemerkosaan kembali terjadi di Jakarta. JM, mahasiswi kebidanan diperkosa oleh lima orang di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat pekan lalu. Hingga saat ini polisi masih memburu pelaku pemerkosaan.
Pada 1 September 2011 pun karyawati swasta juga menjadi korban pemerkosaan di angkot D-02 Jurusan Ciputat-Pondok Labu. Kasus serupa juga menimpa mahasiswi universitas swasta di Jakarta bernama Livia Pavita Sulistio. Bahkan pelaku pemerkosaan membunuh Livia dan membuang mayatnya di Tangerang.
Kasus pemerkosaan juga terjadi tanggal 13 Oktober 2011. Kali korban bernisial H, diperkosa oleh sopir tembak angkot M-28 jurusan Kampung Melayu-Pondok Gede. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kasus pemerkosaan hingga September 2011 mencapai 41 kasus.
(Rizka Diputra)