BRUSSELS - Sanksi demi sanksi terus diarahkan ke Suriah. Hari ini, Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) kembali menjatuhkan sanksi tambahan agar Suriah menghentikan kekerasan yang terjadi.
Lewat sanksi baru ini, aset dari Pemerintah Suriah akan dibekukan. Selain itu, sanksi pun diarahkan kepada bank sentral Suriah.
Sanksi-sanksi itu juga ditambah dengan sanksi pembelian emas, berlian dan benda berharga lainnya dari Suriah. Ditambah lagi dengan larangan penerbangan Suriah yang berasal dari Uni Eropa.
"Sanksi baru ini akan diterapkan hari ini oleh Menteri Luar Negeri dari 27 negara Uni Eropa, usai melakukan pertemuan di Brussels (Belgia)," ungkap juru bicara UE Maja Kocijancic seperti dikutip Associated Press, Senin (27/2/2012).
Sebelumnya UE sudah melayangkan sanksi-sanksi kepada Suriah, termasuk sanksi seperti pembekuan aset dari 100 pejabat dan 38 lembaga negara Suriah. Belum lagi upaya UE unuk memotong pasokan peralatan bagai industri minyak dan gas bumi Suriah.
Tetapi hingga saat ini sanks-sanksi tersebut gagal untuk menimbulkan efek terhadap Presiden Bashar Assad. Hingga hari ini, aksi kekerasan pun masih terus berlangsung, sejak dimulai 11 bulan lalu.
Kekerasan terbaru terjadi selama pemungutan suara referendum. Sekira 60 warga sipil dan beberapa di antaranya pasukan Suriah dilaporkan tewas sepanjang pemungutan suara itu berlangsung.
Referendum ini nantinya akan mengesahkan konstitusi baru dari Suriah. Konstitusi Suriah itu nantinya akan membatasi dominasi Partai Baath yang dipimpin oleh Presiden Bashar Assad serta memungkinkan pluralisme politik dan menetapkan pembatasan bagi masa jabatan presiden.
Jika nantinya konstitusi ini sudah disahkan maka pemilihan umum multi partai akan diselenggarakan dalam waktu 90 hari usai pengesahan.
(Fajar Nugraha)