Ricuh di Gambir, Kartu Memori Wartawan TVOne Dirampas Polisi

Bagus Santosa, Jurnalis
Selasa 27 Maret 2012 19:32 WIB
(Tri Kurniawan/Okezone)
Share :

JAKARTA – Kartu memori kamerawan TVOne Adi Hartanto dirampas aparat Kepolisian saat meliput aksi demonstrasi yang berujung ricuh terjadi di Gambir, Jakarta Pusat, sore tadi.
 
Saat sedang meliput aksi unjuk rasa, tiba-tiba seorang polisi melarangnya untuk mengambil gambar. Pasalnya, ada adegan pemukulan aparat terhadap mahasiswa.
 
“10 orang mereka memojokkan saya," kata Adi Hartanto, Selasa (27/3/2012).
 
Ketika itu, Adi diteriaki seorang polisi sebagai provokator. Sontak kawanan polisi bertameng langsung mengepungnya. "Kamera saya langsung diambil, MMC-nya minta diambil. Saya disangka melindungi mahasiswa yang ditangkap," tambahnya.
 
Sang polisi yang mengambil kartu memori kamera tidak diingat Adi. Sebab, yang bersangkutan langsung pergi menuju barisannya. "Yang mengambil menggunakan pakaian polisi dan bertameng," katanya.
 
Tidak hanya itu, kamera Adi juga sempat dirusak. "Tutupnya diambil, kamera saya dirampas, tapi tidak diambil," jelasnya.
 
Selain Adi, wartawan harian Lampu Hijau Rizky Sulistyo juga sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan. Kamera fotonya sempat dirampas dan ingin dibanting oleh aparat yang berjaga.
 
"Saya lagi ambil gambar tiba-tiba kamera saya direbut dan mau dibanting," katanya.
 
Rizky juga mengaku dipukul, ditendang dan rambutnya dijambak. "Mereka pakai tameng dan saya dipukul pakai rotan," jelasnya.

(Insaf Albert Tarigan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya