BRUSSELS - Para demonstran melempari kaleng-kaleng sampah ke sebuah pos polisi di Kota Brussels, Belgia, setelah seorang salah satu polisi menangkap perempuan bercadar. Perempuan Muslim itu ditangkap karena menolak untuk melepaskan cadarnya.
"Mereka mencoba masuk ke dalam, namun mereka tidak bisa. Mereka pun melempar kaleng-kaleng sampah," ujar salah seorang polisi, seperti dikutip Reuters, Jumat (1/6/2012).
Sebanyak enam orang demonstran ditangkap, perempuan bercadar itupun dibebaskan setelah diinterogasi. Menurut media setempat, perempuan itu sempat berkelahi dengan polisi saat ingin ditangkap.
Seorang polisi perempuan pun terluka dalam perkelahian itu. Setelah melepaskan cadarnya, perempuan itu langsung di bawa ke rumah sakit.
Suami perempuan tersebut menunggu di kantor polisi setelah muncul laporan penangkapan terhadap istrinya. Kepolisian Belgia juga menolak untuk berkomentar lebih lanjut terkait isu penangkapan itu.
Belgia dan Prancis merupakan dua negara yang melarang perempuan menggunakan cadar. Meski demikian, Belgia menjadi negara pertama yang mengeluarkan larangan tersebut.
Larangan penggunaan cadar awalnya diajukan oleh kelompok Liberal Belgia. Alasan pelarangan itu ditujukan karena cadar dinilai mempersulit identifikasi wajah. Kelompok ini juga menyebutkan jika pengguna cadar layaknya sebuah penjara berjalan bagi kaum perempuan.
(Aulia Akbar)