Hidden Agenda Hillary Patut Diwaspadai

Angkasa Yudhistira, Jurnalis
Selasa 04 September 2012 13:21 WIB
Hillary Clinton disambut Presiden SBY (Foto: Susi/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kedatangan Hillary Clinton ke Indonesia banyak menuai tanggapan negatif dari berbagai kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).  
 
Salah satunya, dari Koordinator National Papua Solidarity (Napas), Marthen yang menyatakan kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu patut diwaspadai.
 
"Kedatangan Hillary jelas membawa agenda AS dalam rangka mempertahankan dominasinya menguasai kekayaan alam Indonesia, khususnya tambang di Papua," ungkapnya di depan gedung Kedutaan Besar AS, Selasa (4/9/2012).
 
Karena itu, Marthen mendesak pemerintah segera menasionalisasikan Freeport tanpa syarat. "Hal itu tidak lain demi mewujudkan keadaulatan negara dan kedaulatan rakyat," katanya.
 
Selain itu, Marthen bersama kelompok lainnya seperti; Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan LSM lainnya, menolak investasi AS terhadap kedaulatan negara atas kedatangan Menlu AS, Hillary Clinton ke Indonesia.
 
"Kami juga mendesak PT. Freeport diadili di Mahkamah Internasional karena menjadi dalang atas pelanggaran HAM, perusakan lingkungan dan penghancuran masyarakat selama beroperasi di Papua," tegasnya.
 
Kata dia, kerusuhan di Papua saat ini bukan hanya dikarenakan konflik antar suku saja. "Ada juga perancangan skenario dengan tujuan suatu kelompok pada kekerasan yang terjadi di Papua," tutupnya.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya