KEFAMENANU - Kecelakaan maut kembali terjadi di kilometer 36 jurusan Kefa-Wini, di kampung Manufonu Kecamatan Naibenu,Timor Tengah Utara, NTT. Satu unit damtruk bermuatan batu dan belasan warga terjungkal setelah menabrak pembatas jembatan, sembilan warga tewas di tempat, sedangkan 16 warga lainnya kritis.
“Saat ini kami berada di TKP, sedang mengevakuasi korban luka 16 orang maupun meninggal ada 9 orang termasuk 1 anak kecil umur 4 bulan ke RSUD Kefamenanu,” jelas Kapolsek Insana, Iptu Frans Janggu saat dihubungi, Kamis (22/11/2012) malam.
Ia menjelaskan, musibah itu terjadi sekitar pukul 17.00 wita, berawal saat sang sopir damtruk Klemens Kolo sedang turun dan buang air kecil (kencing), tiba-tiba seorang pemuda lain Fredy Kollo yang turut menumpang mobil itu menghidupkan mesin damtruk, hingga melaju kencang dan menabrak tiang pembatas jembatan dan terjungkal ke kanan jalan.
“Dalam kejadian itu sopir asli turut tewas karena usai kencing ia lari mengejar mobil yang sudah melaju kencang yang dikendarai seorang pemuda, ia tewas tertindis batu bersama delapan warga lainnya,” jelas Janggu.
Ia menambahkan, dari sembilan orang itu, ada seorang anak kecil berusia empat bulan juga ikut meninggal tertindis batu dari dalam mobil saat terbalik.
Sementara itu Hendro Kolo, salah satu keluarga korban saat dihubungi via handpone selulernya mengakui sebagian besar keluarganya berada dalam mobil naas itu.
“Sebagian besar keluarga saya berada diatas dumtruk itu, Kejadiannya sekitar jam 5, sore, jauh dari perkampungan jadi kami baru tau malam ini,” kata Hendro Kolo dengan nada sedih.
(Misbahol Munir)