Korban Lapindo Yakin Bakrie Segera Tuntaskan Ganti Rugi

muh sahlan, Jurnalis
Kamis 06 Desember 2012 09:49 WIB
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) Khoirul Huda yakin pihak Bakrie akan menuntaskan penyelesaian jual beli tanah dan bangunan terdampak lumpur dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007.

Penyelesaian gantirugi itu akan dituntaskan pada pertengahan rahun 2013. "Kami percaya dan yakin pada komitmen Bakrie untuk membayar ganti rugi," ujar dia.

Huda menjelaskan, saat ini terdapat total berkas yang masih dalam proses pembayaran sebanyak 3.757 berkas, dari total sebelumnya sebanyak 13.237 berkas. Dalam kurun 5-24 Desember 2012, tutur dia, dilakukan pembayaran secara bertahap, dimana pihak Lapindo menyediakan dana mencapai Rp250 miliar untuk pembayaran.

"Dari 3.757 berkas tersisa, Lapindo akan melunasi sebanyak 1.757 berkas. Sementara sisanya sebanyak 2000 berkas akan mendapatkan pembayaran secara bertahap dan akan dilunasi secepatnya pada 2013. Komitmen ini kami yakini akan ditepai," ujarnya.

Pembayaran yang sudah dilakukan Bakrie, lanjut dia, tentunya bukti nyata komitmen pihak Bakrie bisa dipenuhi. Dia juga menilai pembayaran gantirugi yang dimulai pada Rabu 5 Desemeber lalu adalah buah dari pertemuan Perwakilan Warga Korban Lumpur Sidoarjo dengan Nirwan D. Bakrie yang didampingi oleh Bupati Sidoarjo dan Wakil DPRD Sidoarjo, serta Pansus Dampak Luapan Lumpur Sidoarjo-DPRD Sidoarjo.

Proses pembayaran ganti rugi sendiri memang membuat masyarakat lebih tenang. Sebab PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) telah melanjutkan pembayaran jual-beli aset warga di Area Peta Terdampak semburan lumpur Sidoarjo. Tak lama setelah informasi pembayaran ganti rugi tersebut, warga pun mengantri untuk menarik uang di Bank Rakyat Indonesia (BRI) setempat. Mayoritas warga sudah bisa tersenyum senang karena ternyata ada niat baik Lapindo kepada warga terdampak.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya