28 Polisi Tewas Sepanjang 2012

Isnaini, Jurnalis
Minggu 23 Desember 2012 02:31 WIB
Ilustrasi (Okezone)
Share :

JAKARTA- Indonesia Police Watch (IPW) mencatat sepanjang tahun 2012 terdapat 28 polisi tewas dan 12 orang terluka saat menjalankan tugasnya.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan sebagian besar polisi yang tewas merupakan korban pembunuhan pelaku kriminal. "23 polisi yang tewas adalah polisi jajaran bawah yang dibunuh pelaku kriminal. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2011 yang jumlah polisi tewas saat bertugas hanya 20 orang," ujar Neta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (22/12/2012).

Tragisnya, lanjut Neta, tahun 2012 tercatat empat polisi yang dibakar masyarakat, dua diantaranya tewas dan dua lainnya luka-luka. Padahal dalam tahun-tahun sebelumnya, aksi pembakaran terhadap polisi ini tidak pernah terjadi.

"Tren lainnya adalah dua polisi melakukan aksi bunuh diri di tempat tugasnya, di kantor polisi. Selain itu, ada dua polisi tewas ditembak rekannya," katanya.

Berdasarkan data IPW, Papua merupakan daerah paling rawan bagi kepolisian, tercatat ada delapan peristiwa konflik orang tak dikenal dengan polisi di Papua yang menewaskan 10 polisi.

"Posisi daerah rawan kedua adalah Sulawesi Tengah, di mana ada lima peristiwa konflik polisi dengan orang tak dikenal yang menyebabkan polisi tewas, disusul dareah Solo, Jawa Tengah yang tercatat ada empat konflik polisi dengan orang tak dikenal yang menewaskan dua polisi dan empat luka," sambungnya.

Neta menjelaskan, sebelumnya IPW telah memprediksi, polisi akan menjadi sasaran dari para pelaku kejahatan, baik teroris maupun kriminal lainnya. "Polri harus segera introspeksi dan berbenah, melatih jajaran bawahnya dengan maksimal, membenahi psikologi dan stabilitas emosional personilnya serta meningkatkan kualitas pendidikan di SPN, jangan hanya 3 sampai 5 bulan seperti sekarang ini, minimal 2 tahun agar polisi di jajaran bawah bisa benar-benar terlatih dan profesional, terutama menghadapi para pelaku kriminal," imbuhnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya