Damai Natal Diciderai Teror Poso

M Budi Santosa, Jurnalis
Rabu 26 Desember 2012 11:25 WIB
Share :

Perayaan Hari Raya Natal 2012 berlangsung khidmat dan damai. Tidak ada teror bom atau teror lain yang membuat umat kristiani di Tanah Air merasa dalam ancaman. Aparat keamanan (TNI dan Polri) bergandeng tangan bersama unsur masyarakat ikut mengamankan jalannya perayaan Natal seperti juga tahun-tahun sebelumnya.

Namun disela-sela kekhidmatan perayaan Natal, tebersit berita bahwa di Poso sana ada teror. Ya, sebuah benda yang diduga kuat bom rakitan ditemukan di sebuah pusat keramaian di Poso. Rupanya kelompok-kelompok yang ingin mengacaukan kedamaian di Tanah Air mengincar Poso sebagai pintu untuk membikin kacau.

Teror di Poso jelas-jelas menciderai kedamaian perayaan Natal tahun ini. Semestinya negeri yang gemah ripah loh jinawi ini bisa bebas dari ancaman dan aksi teror. Kita semua sudah bosan dengan kejadian teror bom beberapa tahun lalu yang merenggut tidak sedikit korban jiwa dan harta benda. Jelas-jelas perilaku mereka itu tidak dapat dibenarkan dalam kacamata keyakinan agama manapun.

Menindaklanjuti aksi teror di Poso ini, sudah semestinya aparat keamanan – tidak hanya Polri tapi juga TNI – melakukan langkah preventif agar kasus teror ini tidak meluas ke daerah lain. Sekarang ini disebut-sebut, aksi teror mulai mengarah ke wilayah mutiara hitam dari timur, Papua. Jika aksi teror ini tidak bisa dihentikan maka keamanan dan kedaulatan Negara menjadi taruhannya. Apalagi untuk wilayah Papua yang selama ini sangat sensitif. Jangan sampai aksi teror kemudian berubah membesar menjadi gerakan separatis yang ingin lepas dari NKRI. Kita tidak ingin ada wilayah NKRI yang lepas. Cukuplah kasus Timor-Timur maupun kasus Pulau Sipadan dan Ligitan. Jangan ada lagi sejengkal tanah di negeri ini lepas dari NKRI.

Pekerjaan rumah besar buat aparat keamanan dan aparat intelijen. Mereka dituntut untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan bahkan gerakan antiteror demi satu tujuan kedamaian di bumi pertiwi. Saya kira sudah tidak relevan kembali pengkotakan siapa yang mesti menangani aksi teror ini. Apakah Polri, TNI, atau intelijen. Semua kekuatan pendukung harus bersinergi. Jika saja kemauan mulia ini bisa dikedepankan, dengan menafikan kepentingan sesaat lainnya, tidak akan sulit bagi aparat untuk meredam dan kembali menciptakan situasi kondusif di Tanah Air. Kita semua berharap, tidak akan ada lagi teror sekecil apapun, termasuk sekadar kriminalitas kelas kacangan.

Perayaan Natal segera berlalu, namun masih ada tugas berat aparat keamanan untuk menjaga pergantian tahun dan selanjutnya berjalan tanpa ancaman dan tanpa teror.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya